ABRASI SUNGAI OYA : Lima Hektare Lahan Hilang Tergerus Sungai

JIBI/HARIAN JOGJA/DESI SURYANTOJIBI/HARIAN JOGJA/DESI SURYANTOTRADISI PADUSAN--Anak-anak warga Kwarasan Wetan melaksanakan tradisi Padusan (mandi sebelum menunaikan ibadah puasa) di aliran Kali Oya Dusun Kwarasan Wetan, Kedung Keris, Nglipar, Gunungkidul, Minggu (31 - 7). Sebagian besar warga Gunungkidul tetap mengandalkan aliran air sungai dan telaga dan bak tadah hujan sebagai sumber air untuk keperluan sehari/hari, tak terkecuali dalam melaksanakan tradisi padusan.
04 Februari 2016 16:19 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Abrasi Sungai Oya menggerus lahan seluas lima hektare

Harianjogja.com, BANTUL- Lima hektare tanah di bantaran Sungai Oya yang melintasi Desa Selopamioro, Imogiri Bantul hilang akibat diterjang arus sungai beberapa tahun terakhir. Abrasi sungai kini mengancam jalan desa.

Hilangnya lahan di bantaran Sungai Oya diungkapkan Kepala Desa Selopamioro, Imogiri Himawan. Sejak 2011, abrasi sungai terus menggerus lahan di pinggirnya. Pasalnya kata dia, banket penahan air di bibir sungai telah rusak akibat dihantam arus deras Sungai Oya.

Banket yang dibangun masyarakat itu menurut Himawan, desainnya tidak memadai. Banket itu dibangun tanpa mengikuti lekukan atau alur sungai. “Akibatnya justru kena hantaman sungai karena tidak sesuai alur sungai,” ungkap Himawan, Rabu (3/2/2016).

Kini tercatat lima hektare lahan di bantaran sungai sudah tergerus abrasi. Penggerusan bibir sungai itu terjadi di delapan dusun yang dilalui Sungai Oya.

“Lahan yang hilang itu memanjang di sepanjang sungai melalui delapan dusun seperti Dusun Siluk satu dan dua, Dusun Lanteng dan dusun lainnya totalnya ada delapan dusun,” kata dia.

Abrasi juga mengancam satu ruas jalan yang berada di dekat sungai. Jalan tersebut menurut Himawan rentan putus apabila abrasi tidak ditanggulangi. Ia khawatir, musim hujan saat ini memperparah abrasi sungai. Selain hujan, aktivitas penambangan pasir yang menambah kedalaman sungai menurutnya juga berpengaruh pada kekuatan abrasi.

“Faktor air sungai yang makin dalam juga pengaruh. Di Oya sebenarnya tidak ada penambangan pasir, tapi sungai ini kan bermuara di Sungai Opak yang ada penambangan pasir,”imbuh dia.

Selama ini, kondisi tersebut belum pernah dilaporkan ke Pemkab Bantul sehingga belum ada perbaikan. Ia berharap, pemerintah kabupaten segera turun tangan memperbaiki kerusakan banket.