LONGSOR GUNUNGKIDUL : Masyarakat di Zona Merah Diminta Waspada Bahaya Longsor

Ilustrasi tanah longsor (JIBI/Solopos - Antara)
05 Februari 2016 07:55 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Longsor Gunungkidul mengintai enam kecamatan.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sedikitnya 54 desa di enam kecamatan di Gunungkidul masuk dalam zona merah rawan longsor saat musim penghujan. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta masyarakat di kawasan merah itu untuk lebih waspada terhadap potensi adanya bencana.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan BPBD, enam Kecamatan itu meliputi Patuk, Gedangsari, Semin, Ngawen, Nglipar dan sebagian wilayah di Kecamatan Ponjong. Secara geografis di kecamatan tersebut didominasi kawasan perbukitan dengan tingkat kemiringan yang ekstrem. Selain itu, di lokasi ini juga sering terjadi longsor saat musim hujan.

“Kalau lebih diperinci lagi, dari enam kecamatan itu ada 54 desa yang masuk zona merah rawan longsor,” kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Budhi Harjo kepada Harianjogja.com, Kamis (4/2/2016).

Memasuki puncak musim hujan yang diprediksi terjadi hingga akhir Februari, masyarkat diminta untuk terus waspada adanya bahaya longsor. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi risiko terjadi musibah itu, misalnya dengan pemasangan early warning system (EWS) di sejumlah titik, atau dengan membentuk desa siaga bencana.