KAMPUS JOGJA : Ini Rekomendasi HI UMY untuk Kerja sama Indonesia-Afrika

07 Februari 2016 16:20 WIB Jogja Share :

Kampus Jogja UMY memiliki MoA dengan Kemenlu.

Harianjogja.com, BANTUL – Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjalin kerjasama dengan Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) kedua belah pihak di Ruang Sidang Rektorat UMY, Jumat (5/2/2016).

Kepala Program Studi HI UMY, Nur Azizah mengatakan program kerja sama ini dalam bidang penelitian khususnya untuk profil perdagangan. Sebab kerja sama dibidang lain mungkin sudah banyak, tetapi di bidang ekonomi masih kurang.

“Tujuan penelitian yang akan dilakukan, yaitu mencari data-data pendukung yang terkait dengan forum kerjasama ekonomi yang selama ini telah dilakukan Indonesia dan Afrika,” kata Nur dalam rilisnya yang diterima Harianjogja.com.

Penelitian yang akan dilakukan selama kurang lebih enam bulan ini akan mengambil lesson learn dari negara-negara di Asia yang sudah memulai pola kerjsama dengan Afrika. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi kebijakan ekonomi bagi pemerintah Indonesia.

“Masukan untuk kepentingan Indonesia atas intensifikasi kerjasama ekonomi Indonesia-Afrika. Kami melihat juga ke depan l tantangan dan strategi apa yang tepat dalam mengatasi kerjasama ekonomi tersebut,” jelas Nur.

Kepala BPPK Kementrian Luar Negeri, Salman Alfarizi mengatakan bentuk kerjasama ekonomi yang saat ini telah dilakukan oleh Indonesia dengan Afrika hanya 1/7 dari kerjasama yang dilakukan oleh India dengan Afrika. Bahkan hanya 1/20 dari kerjasama yang dilakukan oleh Tiongkok dengan Afrika.

“Kerja sama Indonesia-Afrika sebenarnya sudah dijalankan sejak kemerdekaan RI. Namun kerja sama dari aspek ekonomi masih sangat terbatas. Maka dibutuhakn penelitian untuk melihat kerja sama apa lagi yang bisa dibangun dalam bidang ekonomi, baik itu investasi atau perdagangan lainnya,” jelas Salman.