KECELAKAAN LAUT : Hingga Hari Ketiga, Anak yang Tenggelam Belum Ditemukan

08 Februari 2016 06:20 WIB Redaksi Solopos Bantul Share :

Kecelakaan Laut di Pantai Samas masih dalam pencarian.

Harianjogja.com, BANTUL - Tim pencarian dan penyelamatan atau SAR Pantai Samas, Kabupaten Bantul, hingga hari ketiga pencarian, Minggu (7/2/2016) belum menemukan anak yang dilaporkan tenggelam di kawasan Pantai Pandansari pada Kamis (4/2/2016).

Koordinator SAR Wilayah IV Pantai Samas, Rismanto, di Bantul, Minggu, mengatakan pihaknya sudah berupaya melakukan pencarian terhadap Fauzi Yoga Pratama (15) warga Bendo Desa Trimurti setelah dilaporkan tenggelam tiga hari lalu, namun hingga kini pencarian belum membuahkan hasil.

Menurut dia, dalam pencarian selama tiga hari tersebut didukung personel gagungn dari Polisi Air (Polair), TNI Angkatan Udara (AU), Badan SAR Nasional (Basarnas) DIY dan komunitas relawan lainnya dengan total sekitar 40 personel.

"Sehubungan arus ke timur kami sisir sampai perbatasan Gunungkidul. Kami juga mencari dengan menggunakan perahu, namun baru bisa dilakukan mulai hari Sabtu (6/2/2016), karena hari sebelumnya cuaca tidak mendukung," katanya, seperti dikutip dari Antara, Minggu (7/2/2015).

Ia mengatakan, karena cuaca yang tidak menentu itu perahu hanya bisa turun satu kali pada Sabtu dan dua kali pada Minggu saat cuaca cerah, namun pencarian tetap belum membuahkan hasil, padahal pencarian juga dilakukan ke selatan hingga sejauh sekitar 15 mil.

Rismanto mengatakan karena hingga hari ketiga belum ditemukan, tim SAR bersiap menutup operasi pencarian. Sesuai SOP, operasi pencarian korban kecelakaan laut ditutup pada hari ketiga pencarian setelah dilaporkan.

Dengan demikian, kata dia, pencarian terhadap siswa SMP yang hilang terbawa arus pantai di sebelah barat Pantai Samas oleh Tim SAR gabungan tersebut juga dihentikan setelah tidak ada permohonan pencarian dari pihak keluarga.

Namun, menurut dia, meski operasi pencarian yang melibatkan banyak instansi terkait telah ditutup, personel SAR pantai setempat akan tetap melanjutkan pengawasan melalui piket posko reguler seperti yang dilaksanakan pada hari biasanya.

"Melalui piket posko kami juga kerja sama dengan nelayan setempat, kalau kebetulan mendapatkan info (korban) ada di tengah laut kita ambil dengan kapal, kalau terdampar kita evakuasi dan serahkan kepada keluarga," katanya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan melakukan pengamatan terus jika nantinya tubuh korban bisa terlacak, karena berdasarkan pengalaman kejadian kecelakaan laut sebelumnya tidak semua korban tubuhnya bisa langsung ditemukan.

"Dari nelayan warga sini dulu juga pernah kecelakaan laut sampai sekarang tidak ketemu," katanya.

Fauzi Yoga Pratama (15) dilaporkan tenggelam pada Kamis (4/2/2016) sore saat bermain di laut bersama empat temannya sepulang sekolah, korban terseret arus saat menaiki balok kayu yang mengambang di pantai.