PEMKAB SLEMAN : Dekatkan Produsen-Konsumen, Sunday Morning Jadi Wadah

Pengunjung memilih baju batik yang dipamerkan saat Gebyar UKM 2014 di Atrium Solo Square Mall, Solo, Jawa Tengah, Senin (29/9/2014). Pameran dan lelang hasil karya produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), koperasi, dan program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan akses bisnis dan jaringan penjualan. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI - Solopos)
08 Februari 2016 03:20 WIB Redaksi Solopos Sleman Share :

Pemkab Sleman menyediakan wadah untuk UMKM

Harianjogja.com, SLEMAN- Penjabat Bupati Sleman, Gatot Saptadi menyatakan kegiatan Sunday Morning Sembada Minggu Pahingan dapat menjadi sarana mengekspose potensi produk usaha mikro, kecil, menengah, dan budaya di Kecamatan Sleman.

"Kegiatan yang dimotori Kelompok Informasi Masyarakat dan Jajaran Kecamatan Sleman ini dapat memberikan kesempatan lebih luas para pelaku usaha dan UMKM untuk dapat mengembangkan usaha," kata Gatot Saptadi saat membuka acara "Sunday Morning", seperti dikutip dari Antara, Minggu (7/2/2015).

Menurut dia, kegiatan yang digelar setiap Minggu Pahing di Parkir Utara Lapangan Denggung ini dapat menjadi media untuk mendekatkan produsen dan konsumen, sehingga kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana publikasi tapi menjadi media penjualan para pelaku usaha dan UMKM.

"Kabupaten Sleman memiliki keberagaman potensi yang tidak bisa dipandang sebelah mata, baik dari potensi pariwisata, potensi budaya, potensi produk-produk UKM, pertanian dan masih banyak lagi," katanya.

Gatot berharap agar memberdayakan segala potensi yang ada di Kabupaten Sleman untuk dapat menjadi modal dalam peningkatan kesejahteraan di Kabupaten Sleman.

"Sunday Morning Sembada Minggu Pahingan menjadi salah satu upaya dalam mensupport potensi yang ada di Kabupaten Sleman khususnya di Kecamatan Sleman, untuk dapat lebih berkembang khususnya dalam bidang UMKM sekaligus menjadi sarana publikasi dan informasi atas kekayaan budaya yang ada di Kecamatan Sleman bahkan di Kabupaten Sleman," katanya.

Ia mengatakan, diharapkan para pelaku UMKM yang ikut memeriahkan kegiatan ini dapat memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin.

"Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM dapat saling bertukar informasi, dapat belajar, dan yang lebih penting, dapat mengembangkan jejaring usaha. Hal ini, sangat dibutuhkan oleh para pelaku usaha, jika ingin terus eksis dalam kancah Masyarakar Ekonomi ASEAN," katanya.

Camat Sleman Iriansya mengatakan potensi Kecamatan Sleman yang cukup banyak yaitu terdapat 700 indsutri kecil dan 81 kelompok kesenian.

"Sunday Morning Sembada Minggu Pahingan akan berlangsung selama delapan kali pada 2016. Dengan Sunday Morning Sembada Minggu Paahingan tersebut bisa memperkenalkan produk usaha kecil dan kesenian yang berada di Kecamatan Sleman, juga menyiapkan UMKM/industri kecil untuk ikut dalam persaingan pasar bebas MEA," katanya.