KONSUMSI GAS DIY : Konsumsi Bright Gas Naik

JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo BayuPetugas memperkenalkan produk Bright gas dalam kemasan tabung 12 Kg di atrium Solo Square, Jumat (7 - 3). Bright gas 12 Kg dijual dengan harga Rp 450.000,/ untuk tabung baru dan Rp 115.000,0 untuk refil sedangkan para konsumen gas elpiji yang ingin beralih ke Bright gas dapat menukarkan tabung biru secara gratis
09 Februari 2016 14:21 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Konsumsi gas DIY untuk bright gas semakin meningkat

Harianjogja.com, JOGJA-PT Pertamina (Persero) Area Jogja mencatat konsumsi bright gas mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Meski terus mengalami kenaikan, Pertamina mengaku pasokan bright gas tetap mencukupi kebutuhan masyarakat dan tidak akan terjadi kelangkaan layaknya elpiji 3kg atau tabung melon.

Berdasarkan data yang terpantau PT Pertamina (Persero) Rayon VI Jogja, kenaikan terjadi sejak tahun 2014. Pada tahun 2014, penggunaan bright gas hanya mencapai 31.447 tabung.

Sementara pada 2015 naik 62% menjadi 51.004 tabung. Dan pada Januari 2016 lalu, konsumsi bright gas di masyarakat sudah mencapai 5.681 tabung.

Sales Executive Elpiji Rayon VI R. Dorojatun Sumantri mengatakan, kenaikan tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Jogja mulai mencari tabung elpiji yang hemat dan aman.

"Meski beda Rp3.000 [dengan tabung elpiji 12 kg] tapi ada sisi safety-nya katup ganda sehingga membuat elpiji ini lebih aman dan irit," kata pria yang akrab disapa Odi ini, Senin (8/2/2016).

Bright gas menurutnya juga memiliki keunggulan. Seperti dari sisi pembakaran yang sempurna dan api yang dihasilkan lebih bagus dibandingkan lainnya karena produk bright gas merupakan produk premium.

"Stoknya juga melimpah. Berapa pun kebutuhannya akan kami layani. Tidak mungkin langka seperti elpiji subsidi yang based on kuota. Kalau bright gas berapapun kita layani," ungkapnya.