KEKERASAN SLEMAN : Ini Kronologi Pembacokan di Jalan Kabupaten

pembacokan, penusukan, pembunuhan
10 Februari 2016 06:20 WIB Sunartono Sleman Share :

Kekerasan Sleman yang terjadi di Jalan Kabupaten dilakukan dua pemuda.

Harianjogja.com, SLEMAN-Pembacokan terjadi di Jalan Kabupaten, Mayangan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Senin (8/2/2016) malam. Pelaku merupakan dua pemuda, satu di antaranya masih berstatus sebagai pelajar sebuah SMA di Kota Jogja.

Pelaku yang bernama Dimas Rizki Saputra, 20, merupakan pelajar dan diketahui sudah memiliki istri dan anak yang baru berumur enam bulan. Sedangkan pelaku lainnya bernama Raya Adi Wibowo, 37, warga Terban RT22/RW05 Gondokusuman V 615 Kota Jogja. Raya tercatat sebagai residivis kejahatan yang kerap membuat resah masyarakat.

Kapolsek Gamping Kompol Agus Zaenudin menyampaikan, saat kejadian, korban, Syafii Anam, 24, warga Jalan Cut Nyak Dien 85, Bermi, Selong, NTB mengendarai motor Honda Vario nopol DR 3964 KM dari arah utara ke selatan di Jalan Kabupaten pukul 19.00 WIB. Kedua tersangka melaju dengan Yamaha Mio dari selatan ke utara. Setibanya di kawasan Mayang Trihanggo, tiba-tiba tersangka menyerempet korban dari arah berlawanan. Tindakan itu sengaja dilakukan Raya selaku joki untuk memancing emosi korban. Merasa tidak ada masalah, korban pun berhenti dan menoleh ke arah tersangka. Hal yang sama juga dilakukan tersangka dengan melihat ke arah korban.

"Senggolan memang disengaja oleh pelaku. Begitu diserempet, tidak ada yang jatuh, korban berhenti menengok ke belakang pelaku berhenti menengok juga," imbuhnya, Selasa (9/2/2016)

Kedua tersangka lalu mengejar. Setelah berhasil mendekati korban, tersangka Dimas membacok korban menggunakan parang hingga mengenai tangan. Tersangka langsung tancap gas setelah melihat korban berlumuran darah. Korban menderita luka bacok di pergelangan tangan dengan ukuran panjang luka sekitar 10 sentimer dan kedalaman satu sentimeter.

"Saat kejadian itu ada warga yang melihat lalu berteriak dan kebetulan juga ada anggota perintis [Sabhara] Polres Sleman yang melintas," urai dia.

Anggota Satuan Sabhara Polres Sleman Robertus Bima yang saat itu melintas di TKP langsung mengejar kedua tersangka dengan dibantu warga. Saat kejar-kejaran, tersangka sempat membuang parang di Selokan Mataram. Keduanya tertangkap setelah jatuh karena menabrak pengguna jalan di utara selokan mataram. Di lokasi tersebut, massa yang berdatangan merasa emosi dan menghajar kedua pelaku hingga babak belur. Keduanya diminta melepas bajunya hanya tertinggal celana dalam yang menempel di tubuh.

"Iya memang sempat dimassa karena emosi dengan tindakan tersangka," ujarnya.

Menurut Agus, saat ditanya motif melakukan pembacokan, tersangka justru tak bersedia jujur. Untuk korban dirawat di RSA UGM mengalami luka sobek di bagian siku kiri mendapat empat jahitan dan pergelangan tangan kiri dirawat dengan 10 jahitan.