MIRAS OPLOSAN : Sasongko Bantah Campurkan Obat Nyamuk Cair Maupun Fermentasi Salak

Petugas Satreskrim Polres Sleman melakukan olah TKP di rumah tersangka peracik miras di Jalan Adisutjipto, Dusun Ambarukmo RT10/RW 04 Caturtunggal, Depok, Sleman, Minggu (7/2/2016). (Sunartono/JIBI - Harian Jogja)
10 Februari 2016 09:54 WIB Sunartono Sleman Share :

Miras oplosan yang merenggut nyawa puluhan orang di Sleman masih diselidiki terkait campuran yang digunakan

Harianjogja.com, SLEMAN- Aparat kepolisian menemukan obat nyamuk cair di rumah Sasongko, tersangka peracik minuman keras (miras) oplosan.

Namun, Sasongko tak mengakui sejumlah barang bukti baru yang ditemukan petugas kepolisian saat olah TKP kedua tersebut. pria asal Dusun Ambarrukmo, Caturtunggal, Depok ini menampik adanya obat nyamuk cair dalam adonan miras.

Obat nyamur cair yang ada di rumahnya itu murni untuk membunuh serangga dengan cara disemprot. Terkait dengan tawas, menurut dia temuan itu bukan tawas melainkan kemenyan milik salahsatu penghuni kos.

Tak hanya itu, Sasongko juga membantah membuat fermentasi salak. Fermentasi itu diakui bukan buatannya, melainkan diracik oleh salahsatu penghuni indekosnya.

"Saya tidak memakai campuran itu [fermentasi salak]. Itu hanya untuk diminum biasa dan yang membuat bukan saya," katanya usai menjalani pemeriksaan berikut barang bukti baru, di ruang Unit I Satreskrim Polres Sleman, Selasa (9/10/2016) siang

Ia justru mencurigai salahsatu bekas anak buahnya yang dulu ikut bersamanya meracik miras. Sudah sekitar sebulan, bekas anak buahnya itu meracik miras sendiri dan diedarkan di wilayah Sleman dan Kota Jogja.

Bahkan, kata Sasongko, pangsa pasar miras oplosannya di kalangan mahasiswa ikut diambil secara door to door. Ia menuding bekas anak buahnya itu yang membuat racikan kurang tepat sehingga menimbulkan banyak korban. "Orang itu dulu ikut saya [meracik] tapi sekarang buat sendiri. Selama itu masih jualan, korban akan berjatuhan," tudingnya.