Bulog Pegang 11 Komoditas, Harga Lebih Terkendali

Seorang pembeli tengah memilih dagangan dilapak pedagang sembako di Pasar tradisional Piyungan. Pada hari pertama berlakunya harga baru BBM, sejumlah harga kebutuhan pokok untuk non-pabrikan sudah mulai berguguran seperti sayuran, daging, telur, beras dan cabai. (JIBI/Harian Jogja - Endro Guntoro)
11 Februari 2016 05:22 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Bulog DIY siap mengelola 11 komoditas

Harianjogja.com, JOGJA--Bank Indonesia menilai rencana kewenangan Badan Urusan Logistis (Bulog) merupakan langkah yang tepat. Upaya ini dinilai mampu membuat harga menjadi terkendali.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI (KPBI) DIY Hilman Tisnawan mengatakan, dengan campur tangan Bulog, harga di pasaran dapat dikendalikan. Selain itu, dengan menjaga pasokan dan harga, maka laju inflasi juga bisa ditekan.

"Komoditas yang ditambah itu yang volatile [berubah-ubah], jadi bagus," ujar dia, Rabu (10/2/2016).

Bahan makanan yang akan dipegang Bulog termasuk komoditas yang menyumbang inflasi termasuk di DIY. Bulog nantinya akan mampu melakukan intervensi untuk menjaga kestabilan harga serta memenuhi suplai dan permintaan barang tersebut di pasaran.

"Kalau ada kelangkaan, Bulog bisa masuk. Komoditas di Jogja paling banyak beras, jagung, kedelai, daging. Inflasi daerah banyak dipengaruhi komoditas yang diperluas itu," ujar dia.