PASAR TRADISIONAL JOGJA : Tiap Tahun, Pasty Langganan Banjir

11 Februari 2016 00:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Pasar tradisional Jogja, pedagang di Pasty menyampaikan keluhan.

Harianjogja.com, JOGJA-Sejumlah pedagang satwa di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty) mengeluh karena kios mereka menjadi langganan banjir setiap musim penghujan tiba. Bahkan di awal tahun ini sudah empat kali banjir menggenangi dua los pasar tradisional  yang berlokasi di Jalan Bantul Km 1, Dongkelan, Mantrijeron, Jogja ini.

Aris Maju Mapan, 41, salah satu penjual kelinci mengatakan hampir setiap tahun kiosnya terkena banjir air hujan dan luapan selokan yang terletak di timur kios.

“Sudah tiap tahun banjir, tiga hari yang lalu juga banjir,” kata dia saat ditemui di kiosnya, Rabu (10/2/2016).

Warga Tirtomartani, Kalasan, Sleman ini mengaku sejak menempati kios berukuran sekitar 2x2 pada 2010 lalu itu selalu banjir. Ia sudah berusaha meninggikan kiosnya dengan biaya sendiri setinggi sekitar 20 sentimeter, namun menurutnya akan percuma jika halaman sekitar kios digenangi air karena bisa menghambat pengunjung ke kiosnya.

Senada juga diungkapkan pedagang satwa lainnya Sugini, 43, warga Srandakan, Bantul. Ia mengaku dagangannya sempat terendam air hujan yang bisa sampai setinggi betis orang dewasa ketika banjir. Saat ini dirinya berusaha menyimpan dagangan dengan posisi lebih tinggi di atas lantai kios.

Meski genangan air cepat surit tidak lama setelah hujan, namun bekas genangan air membuat sekitar kiosnya becek dan bisa menghambat pengunjung, terlebih penjual marmut ini mengaku ada yang jualan satwa serupa di bagian depan Pasty, sehingga pengunjung tidak tidak melirik kiosnya dibagian belakang.

Ia mengaku sudah menyampaikan keluhannya kepada lurah pasar. “Katanya mau diperbaiki tahun ini, tapi tidak tahu pastinya,” ujar Sugini.