PASAR TRADISIONAL : Ditawari Dana Revitalisasi Pasar Rp15 Miliar, Jogja Bingung Tentukan Pasar Sasaran

Taman dengan tulisan besar di Pasar Beringharjo menjadi titik untuk berfoto. (Istimewa)
11 Februari 2016 15:21 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Pasar tradisional mendapatkan tawaran dana Rp15 miliar untuk revitalisasi namun Pemkot bingung menentukan pasar yang akan menjadi sasaran

Harianjogja.com, JOGJA- Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertanian (Disperindagkoptam) Kota Jogja, Sri Harnanik mengatakan intansinya mendapat tawaran revitalisasi pasar dari Kementrian Perdagangan sebesar Rp15 miliar, tahun ini.

Namun tawaran itu harus memenuhi syarat, yakni yang direvitalisasi adalah pasar tipe kelas A yang memiliki luas lahan sekitar 5.000 meter, dan jumlah pedagang minimal 750 orang.

Padahal di Jogja hanya ada satu pasar yang memiliki tipe kelas A, yakni Pasar Bringharjo. Tapi revitalisasi pasar Bringharjo membutuhkan perencanaan yang matang sehingga sulit direalisasikan, tahun ini.

Sri Harnanik mengaku sempat menentukan Pasar Demangan untuk direvitalisasi dengan dana bantuan tersebut, karena Pasar Demangan mendekati tipe A dengan luas 4.900 meter dan jumlah pedagang mencapai 730 orang.

“Namun hasil kajian kami kebutuhan revitalisasi Pasar Demangan membutuhkan dana sekitar Rp35 miliar. Sementara tawaran pemerintah pusat hanya Rp17 miliar. Tidak cukup,” kata dia, Rabu (11/2/2016).

Pihaknya menginginkan revitalisasi dialihkan ke Pasar Pingit karena sesuai dengan yang diusulkan oleh intansinya pada akhir tahun lalu. Namun, Pasar Pingit hanya memiliki Tipe B, dengan luasan tidak sampai 5.000 meter. Jika direvitalisasi kebutuhan dana, kata dia, tidak sampai Rp17 miliar.

Namun demikian keinginannya tersebut perlu dikonsultasikan dahulu ke Kementrian Perdagangan. “Secara informal sudah kami konsultasikan tapi belum ada jawaban sampai sekarang,” ujar Sri Harnanik.