WISATA KULONPROGO : Ini Kelemahan Pariwisata Di Kulonprogo

Desa wisata Kalibiru, Kulonprogo (www.tipsjalan.com)
11 Februari 2016 06:55 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Wisata Kulonprogo masih terkendala kondisi alam.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Penerimaan retribusi tempat rekreasi dan olahraga selama tiga hari pada libur perayaan Imlek kemarin hanya meningkat 30% dibanding hari biasa atau senilai Rp40 juta. Faktor alam masih menjadi tantangan besar.

Bendahara Penerimaan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kulonprogo, Ruri Atmini Retno menilai pendapatan pada libur perayaan Imlek kemarin cenderung lebih rendah karena kondisi cuaca buruk. Selain itu, bencana longsor yang terjadi di wilayah Samigaluh pada pekan lalu juga dinilai membuat angka kunjungan wisata menurun.

Selain khawatir adanya longsor susulan, banyak calon wisatawan yang terpaksa harus putar balik karena jalan satu-satunya menuju perkebunan teh, tepatnya di wilayah Dusun Nglinggo, Desa Pagerharjo, sempat ditutup sementara selama pembersihan sisa material longsor, Senin (8/2/2016) kemarin. Padahal di sekitar sana juga ada obyek wisata andalan perbukitan menoreh lainnya, yaitu Puncak Suroloyo.

Manfaatkan Medsos
Terpisah, anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kulonprogo, Agung Raharjo kembali menyatakan jika promosi wisata yang dilakukan Pemkab Kulonprogo kurang agresif dan kreatif. Menurutnya, pemerintah perlu lebih mengoptimalkan perkembangan kemajuan teknologi informasi, misalnya melalui berbagai media sosial.

Media sosial juga bisa dijadikan ujung tombak promosi potensi obyek wisata baru. Foto, video, maupun dokumentasi lain yang diunggah bisa dibagikan oleh siapa saja sehingga akan tersebar dengan mudah.

“Pengelola objek wisata juga tidak ada salahnya mengikuti tren masyarakat yang suka selfie dan memamerkannya di media sosial,” ucap Agung.