Advertisement
Pasar Beringharjo Dipadati Hingga 15 Ribu Pengunjung
Pengunjung memadati Pasar Beringharjo, Jogja, pada Minggu (28/12/2025). - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kepadatan wisatawan masih terjadi hingga H+3 Natal di kawasan Malioboro dan sekitarnya, Minggu (28/12/2025). Pasar Beringharjo menjadi salah satu titik paling ramai, dengan arus kunjungan harian mencapai belasan ribu orang selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Lonjakan pengunjung terlihat jelas di Gedung Barat Pasar Beringharjo yang dikenal sebagai sentra pakaian tradisional dan oleh-oleh khas Jogja. Sejak pagi hingga sore, wisatawan silih berganti memadati kios-kios pedagang.
Advertisement
Lurah Beringharjo Barat, Aroni Pasa, menyebut jumlah pengunjung selama libur Natal dan Tahun Baru tergolong tinggi. Dalam sehari, jumlah pengunjung Pasar Beringharjo bagian barat mencapai sekitar 15 ribu orang.
“Sampai kemarin, pengunjung Beringharjo bagian barat itu sekitar 15 ribu. Itu bukan kumulatif, tapi per harinya,” ujar Roni, Minggu (28/12/2025).
BACA JUGA
Roni menjelaskan, jika dibandingkan dengan periode libur Natal dan Tahun Baru dalam tiga tahun terakhir, jumlah tersebut relatif stabil. Namun, jika dibandingkan dengan masa sebelum pandemi COVID-19, tingkat kunjungan saat ini sudah mendekati kondisi normal.
“Kalau mengacu sebelum COVID-19 memang masih kurang, tapi sekarang grafiknya sangat meningkat. Hampir setara 80 persen dari kondisi sebelum pandemi, kurang sekitar 20 persen saja,” katanya.
Meningkatnya jumlah pengunjung turut berdampak signifikan terhadap omzet pedagang. Selama libur Natal, pendapatan pedagang melonjak tajam dibandingkan hari-hari biasa.
“Otomatis di liburan Natal ini dibanding hari biasa, omzetnya bisa sekitar 500 persen. Hampir lima kali lipat dari hari normal,” ungkap Roni.
Ia juga mengimbau para pedagang agar tetap menjaga pelayanan dan tidak menaikkan harga di luar kewajaran demi kenyamanan wisatawan. Menurutnya, pelayanan yang baik menjadi kunci agar pengunjung tidak kapok berbelanja di Pasar Beringharjo.
“Kami wanti-wanti pedagang agar melayani dengan baik dan tidak nuthuk harga. Jangan sampai momen baik ini justru rusak karena pelayanan yang kurang baik,” katanya.
Roni menambahkan, potensi peningkatan pengunjung masih terbuka lebar menjelang libur Tahun Baru. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, puncak kunjungan biasanya terjadi hingga akhir pekan pertama di awal Januari.
Sementara itu, Wahyu Insani, wisatawan asal Garut, Jawa Barat, mengaku sengaja datang ke Jogja memanfaatkan libur panjang sekolah anak-anak. Pasar Beringharjo menjadi salah satu tujuan utamanya untuk berbelanja.
“Mumpung libur panjang anak-anak sekolah, jadi ke sini. Dari dulu pengen ke Jogja, sering lihat juga kontennya di medsos,” katanya.
Menurut Wahyu, harga barang di Pasar Beringharjo masih tergolong wajar meski sedang musim liburan. “Saya beli baju untuk anak-anak, harganya menurut saya normal, enggak dimahalin walaupun saya dari luar daerah,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Resmi Jadi Tersangka KPK, Ini Kasusnya
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Veda Ega Pratama Moncer di Moto3, SMA Taman Madya IP Beri Dukungan
- Pencairan Dana Desa Gunungkidul Dikebut, Cegah Anggaran Hangus
- Stok Darah Ramadan Aman, PMI Sleman Siaga 100 Kantong
- Tanah Longsor di Sriharjo Bantul, Batu Besar Jebol Tembok Rumah Warga
- Sebut Anggaran MBG Fantastis, Mahasiswa Bantul Tuntut Evaluasi Total
Advertisement
Advertisement







