KASUS NARKOBA DIY : BNN Temukan 36.000 Pecandu Baru di DIY

JIBI/Solopos/Maulana SuryaAktivis Gerakan Moral Pelajar Anti Narkoba (Gempa) menggelar aksi teatrikal di acara Car Free Day (CFD), Jl Slamet Riyadi, Solo, Minggu (12 - 1). Aksi yang mengambil teman Hidup Indah Tanpa Narkoba tersebut sebagai bentuk keperihatian atas peredaran narkoba yang mampu merusak generasi muda di Indonesia.
14 Februari 2016 14:21 WIB Jogja Share :

Kasus narkoba DIY tahun lalu ditemukan 36.000 pecandu baru

Harianjogja.com, JOGJA – Meskipun peringkatnya turun dari posisi lima besar provinsi dengan kasus penyalahgunaan narkoba terbesar di Indonesia, Badan Narkotika Nasional (BNN) masih menetapkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai daerah darurat Narkoba. Pasalnya 2015 lalu BNN mencatat pertambahan sekitar 36.000 pecandu baru di wilayah DIY.

Tambahan pecandu baru itu menurut Kepala BNN Komjen Budi Waseso menempatkan DIY sebagai provinsi kedelapan dengan kasus penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia. Kondisi itu menurutnya masih harus mendapatkan perhatian lebih untuk semakin memangkas angka penyalahgunaan narkoba terutama di DIY.

“Sampai sekarang DIY masih darurat Narkoba, maka harus ada perhatian khusus disini,” ungkap dia, baru-baru ini.

Buwas, sapaan Budi Waseso memaparkan tingginya angka penyalahgunaan Narkoba di DIY dipicu juga oleh lokasinya yang strategis. DIY sejauh ini berperan sebagai pintu masuk peredaran narkoba dari dalam dan luar negeri sehingga membuat peredaran narkoba di provinsi ini begitu tinggi.

Fakta itu semakin diperkuat dengan temuan 50 kg ganja kering bernilai Rp250juta. Temuan itu merupakan temuan ganja terbesar yang diungkap pemerintah DIY sampai saat ini.

Buwas menerangkan, pihaknya sudah menerima laporan terkait penyitaan ganja yang sudah dikemas dalam paket-paket kecil siap edar. Menurutnya saat ini pihaknya sudah mengikuti perkembangan kasus itu termasuk mencoba menelusuri jaringan pengedar yang membawa masuk narkoba itu ke Indonesia.

“Ini sedang kita kembangkan karena masuknya dari sini, transit dulu di DIY lalu ke Australia. Nanti diikuti saja kami akan update perkembangannya,” tuturnya lebih lanjut.

Sampai dengan November 2015 lalu, secara keseluruhan di Indonesia terdapat 5,9 juta pengguna narkoba. Jumlah itu tidak termasuk dengan pengedar yang masih aktif menyebarluaskan narkoba kepada masyarakat. BNN menargetkan angka penyalahgunaan narkoba itu bisa dipangkas hingga Indonesia bebas Narkoba.