NASIB TENAGA HONORER : Guru SD asal Kulonprogo Dipersilahkan Pulang

Ilustrasi guru (JIBI/Harian Jogja - Reuters)
14 Februari 2016 03:20 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Nasib tenaga honorer asal Kulonprogo kini mulai diperhatikan.

Harianjogja.com, KULONPROGO- Kulonprogo hingga kini masih kekurangan Pegawai Negeri Sipil(PNS), khususnya tenaga pendidik. Mengantisipasi hal ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kulonprogo membuka kesempatan bagi PNS guru asal Kulonprogo yang ingin kembali ke daerah asalnya.

Kepala Disdik Kulonprogo, Sumarsana menyatakan jumlah kebutuhan guru di Kulonprogo terus bertambah. Pasalnya, saat ini kondisinya sendiri kekurangan padahal masih ditambah dengan tren pensiun PNS guru yang mencapai 5-10 guru tiap bulannya. Hal ini diperparah dengan tidak adanya penerimaan PNS pada tahun ini sebagaimana yang ditetakan oleh pemerintah pusat.

Menanggapi hal ini, kini pemerintah Kabupaten (pemkab) Kulonprogo membuka kesempatan bagi PNS guru asal Kulonprogo yang kini sedang bertugas di daerah lainnya untuk kembali ke kampung halamannya. Namun, pemkab Kulonprogo juga mensyaratkan guru yang diterima haruslah guru tingkat sekolah dasar(SD).

“Karena kita masih perlu banyak guru SD,” ujar Sumarsana, Jumat(12/1/2016).

Selain itu, ia menambahkan untuk PNS guru tingkat pendidikan SMP juga dipersilahkan untuk mengajukan kepindahan ke Kulonprogo. Hanya saja, PNS tersebut harus bersedia untuk mengajar di SD. Sumarsana menyatakan bahwa kebutuhan untuk guru SMP di Kulonprogo sendiri saat ini masih mencukupi.

Senada dengan Sumarsana, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kulonprogo, Yuriyanti menyatakan bahwa pihaknya siap memproses permohonan pindah bagi PNS guru tingkat SD. Hal ini dilakukan untuk menutup kebutuhan PNS guru di Kulonprogo selama penerimaan PNS belum akan dilakukan.

Ia menguraikan bahwa sejak periode 2014-2015, institusi yang dipimpinnya telah memproses 70 orang PNS yang mengajukan mutasi. Dari total jumlah tersebut, 50 PNS telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) kepindahan sedangkan sisanya masih dalam proses.

Yuriyanti membenarkan pihaknya hanya memproses PNS guru tingkat SD ataupun guru SMP yang bersedia mengajar di SD.

“Kami fokuskan pada guru enam mapel[mata pelajaran] dasar,” ujarnya. Di luar dari itu, pengajuan mutasi PNS guru belum bisa diterima karena kebutuhannya yang mencukupi.

Sebelumnya, ia juga menyatakan bahwa saat ini pemkab Kulonprogo membutuhkan sekitar 849 PNS baru. Jumlah ini didominasi oleh PNS di bidang kesehatan dan pendidikan. Sebelumnya, pemkab Kulonprogo hanya diberikan jatah penerimaan 40 PNS pada tahun 2014 lalu.

Berdasarkan data pendataan ulang PNS secara elektronik (e-PUPNS) beberapa waktu lalu, jumlah PNS di Kulonprogo kini mencapai 7.889 PNS. Jumlah ini masih akan dikurangi sekitar 260 PNS yang akan pensiun di tahun ini.