PDAM KULONPROGO : Tirta Binangun Keluhkan Keterbatasan Infrastruktur

Direktur Utama PDAM Tirta Binangun, Jumantoro dua dari kiri menerima kunjungan kerja Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kulonprogo di kompleks IPA Kalibawang, Jumat (12/2/2016). (JIBI/Harian Jogja - Dok.Humas Sekretariat DPRD Kulonprogo)
16 Februari 2016 01:20 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

PDAM Kulonprogo untuk sambungan air masih terbatas di daerah tertentu.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Keterbatasan infrastruktur masih menjadi kendala bagi kualitas pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Binangun Kulonprogo. Debit air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) sebenarnya cukup tapi sambungan pipa yang ada belum mampu menjangkau seluruh wilayah layanan.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama PDAM Tirta Binangun, Jumantoro saat menerima kunjungan kerja Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kulonprogo di kompleks IPA Kalibawang, Jumat (12/2/2016). Dia mengatakan, kondisi tersebut terjadi di IPA Kalibawang dan Lendah. Debit air yang hanya mencapai 50-80 liter per detik baru bisa dimanfaatkan untuk sekitar 600 pelanggan.

“Idealnya, debit sebesar itu bisa melayani 4.800 hingga 6.000 pelanggan,” kata Jumantoro, seperti yang dirilis Humas Sekretariat DPRD Kulonprogo.

Jumantoro memaparkan, sambungan pipa IPA Kalibawang baru bisa menjangkau Desa Banjarharjo. Meski demikian, debit air yang dihasilkan sebenarnya bisa digunakan untuk melayani pelanggan hingga wilayah Nanggulan dan Girimulyo. Begitu pula dengan IPA Lendah yang seharusnya bisa memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah Lendah, Galur, dan Panjatan. Namun, pipa yang sudah terpasang hingga Desa Garongan, Panjatan, belum bisa dioperasikan. “Pipa yang ke arah Panjatan belumm tersambung dengan IPA induk,” ujarnya.

Menurut Jumantoro, pembangunan infrastruktur PDAM Tirta Binangun ada di tangan Satuan Tugas (Satgas) Air dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY. Dia berharap Satgas Air segera menyelesaikan pembangunan infrastuktur jaringan air bersih, terutama IPA Kalibawang dan Lendah. Dengan demikian, pelayanan yang diberikan perusahaan kepada masyarakat akan lebih optimal.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo, Muhtarom Asrori mengatakan, sebagian besar masyarakat Kulonprogo mendambakan layanan air bersih. Bukan hanya di wilayah perbukitan, tetapi juga daratan rendah, seperti Panjatan dan Galur. Dia lalu berharap Bupati Kulonprogo intensif berkoordinasi dengan Satgas Air Dinas PUP-ESDM DIY agar infrastruktur yang diperlukan bisa segera selesai dan beroperasi.

“Khususnya IPA Kalibawang dan Lendah yang kapasitasnya besar tapi jangkauan pelayanannya terbatas,” ucap Asrori