PEKAN BUDAYA TIONGHOA YOGYAKARTA : Karnaval, Jalan Malioboro Ditutup

JIBI/HARIAN JOGJA/DESI SURYANTOCANTIK -- Peserta menunjukkan kebolehannya dalam menari mengiringi permainan naga barongsai pada acara "Jogja Dragon Festival" yang digelar di sepanjang jalan Malioboro, Yogyakarta, Senin (6 - 2) malam. Festival ini menandai perayaan Cap Go Meh dan menjadi bagian dari penutupan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakata (PBTY) VII/2012 yang berlangsung di kampung Ketandan.
17 Februari 2016 05:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta diwarnai sejumlah kegiatan.

Harianjogja.com, JOGJA-Kepolisian Resort Kota Jogja akan memberlakukan penutupan arus lalu lintas di sepanjang Jalan Malioboro selama beberapa jam pada Minggu (21/2/2016) sore. Penutupan jalan tersebut seiring dengan digelarnya karnaval naga mengawali Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2016.

“Penutupan Jalan Malioboro dilakukan mulai pukul 18.00 WIB sampai selesai,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Jogja, Komisaris Polisi Sugiyanto, melalui sambungan telepon, Selasa (16/2/2016).

Sugiyanto mengatakan penutupan tidak hanya di Jalan Malioboro, beberapa ruas jalan yang menuju kawasan Malioboro dan Alun-alun Utara (Altar) juga akan ditutup, seperti Jalan Senopati, Jalan KH.Ahmad Dahlan, Jalan Ibu Ruswo, dan Jalan Pangurakan (Jalan Trikora).

Karnaval liong naga akan dimulai dari Taman Parkir Abu Bakar Ali (ABA) dan berakhir di Altar. Jika tahun lalu, pusat karnaval di Titik Nol Kilometer Jogja, tahun ini dilaksanakan di Altar. Selama proses karnaval, sebanyak 518 personel kepolisian dikerahkan untuk menjaga keamanan dan mengatur lalu lintas.