BANDARA KULONPROGO : Minta Paku Alam Turun Langsung

18 Februari 2016 05:20 WIB Kulonprogo Share :

Bandara Kulonprogo untuk penanganan PAG diharapkan mendapat penanganan PA

Harianjogja.com, JOGJA-Terkait pengukuran tanah oleh Badan Pertanahan Negara (BPN) Kulonprogo yang berakhir ricuh, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan kenyataan di lapangan sebenarnya justru lebih kondusif ketimbang pengukuran sebelumnya.Namun dia mengakui ada penambahan pengamanan dari aparat agar proses pengukuran selisih lebih aman.

Sementara, terhadap warga yang lahannya terkena area proyek, pihaknya sudah bertemu perwakilan warga Selasa (16/2/2016) sore di rumah dinasnya. Dalam audiensi itu Hasto berusaha menjelaskan maksud pengukuran yang dilakukan BPN.

“Warga setuju melepas tanah asal harganya cocok, tapi saat diukur dihalangi. Nah saya jelaskan, pengukuran ini untuk memastikan harga tanah yang akan diganti,” kata Hasto, Rabu (17/2/2016).

Di kesempatan yang sama, Hasto juga mengatakan pihaknya sudah menyampaikan kepada Paku Alam X agar mau turun langsung menemui masyarakat untuk menyampaikan ganti rugi lahan warga yang mendiami Pakualaman Ground (PAG). Menurutnya meskipun biaya kompensasi disediakan oleh Angkasa Pura, namun Pakualaman lah yang memiliki kewenangan untuk menyampaikannya ke masyarakat.

“Jadi nanti AP membayar Pakualaman, lalu Pakualaman yang memberikan kompensasi ke masyarakat. Tugas saya nyuwun palilah untuk warga ke Pakualaman,” pungkas dia.

Terpisah, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan ganti rugi lahan mestinya bisa membuat kehidupan warga yang terdampak menjadi lebih baik. Karena itu dia meminta baik pihak yang akan memberikan ganti rugi maupun yang menerima ganti rugi bisa mengedepankan dialog untuk mencapai kesepakatan.

“Kalau ada pengukuran juga jangan ditolak, nanti malah mempersulit diri sendiri,” kata Sultan.