PASAR TRADISIONAL : Pedagang Keluhkan Bau Sampah di Pasar Argosari

19 Februari 2016 11:20 WIB Gunungkidul Share :

Pasar tradisional yakni Pasar Argosari Gunungkidul bau sampah

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Pembuangan sampah yang menimbulkan bau tak sedap dirasa mengganggu aktivitas jual-beli di Pasar Argosari, Wonosari. Kenyamanan tak dapat lagi dirasakan oleh para pedagang. Salah seorang pedagang Pasar Argosari, Sri, mengungkapkan bahwa bau tak sedap tersebut cukup mengganggu aktifitasnya sebagai pedagang.

"Arah bau tidak sedap itu ada di dekat tangga khusus difabel. Sedangkan, tangga itu yang saya pake untuk mengangkut berkilo-kilo karung beras dari atas ke bawah menggunakan troli, saya sampai nggak kuat tahan baunya," kata dia, Rabu (17/2/2016).

Ia mengatakan bahwa tangga tersebut merupakan satu-satunya akses baginya untuk mendistribusikan barang-barang dagangan miliknya dari lantai dua ke lantai satu maupun sebaliknya. Sebenarnya ada beberapa akses, namun terlalu jauh memutar pasar sehingga ia rasakan tak terlalu efektif.

Sebelumnya, ia pernah menyampaikan keluh kesahnya kepada beberapa pihak terkait yang memiliki kewenangan mengurus pasar, namun ia hanya memperoleh respon yang menjanjikan akan segera dilakukan tindak lanjut. Hingga sampai saat ini ia belum dapat menghilangkan bau menyengat yang ditimbulkan oleh sampah.

Permasalahan terkait dengan sampah sebenarnya sudah cukup lama terjadi. Setiap bulan mereka membayar retribusi untuk pengelolaan sampah sebesar Rp5.000. Padahal kenyataannya mereka tetap membuang limbah jualannya sendiri (tidak dibantu petugas) demi alasan kenyamanan.

Terkait dengan persoalan pasar tersebut, ia menyampaikan harapan besar kepada Pemerintahan Kabupaten Gunungkidul yang baru. Ia mengharapkan kepedulian terhadap kehidupan para pedagang di Pasar Argosari.

"Apalagi Pasar Argosari dekat dengan kompleks Pemkab dan Bangsal Sewoko Prodjo, harusnya kami dapat perhatian dari Pemerintah," katanya.