Advertisement
PUPUK ILEGAL : Sleman Dipastikan Bebas Peredaran Pupuk Ilegal
Advertisement
Pupuk ilegal terbongkar di Bantul, namun Pemkab Sleman memastikan pupuk tersebut tidak beredar di wilayahnya
Harianjogja.com, SLEMAN - Pemkab Sleman mengklaim bebas dari peredaran pupuk ilegal. Sementara Ditreskrimsus Polda DIY terus berupaya mengembangkan kasus terbongkarnya pupuk ilegal di Bantul.
Advertisement
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holitkultura Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Pemkab Sleman Edy Sriharmanto menegaskan pihaknya tidak menemukan adanya peredaran pupuk ilegal di wilayah Sleman.
Selain itu, ia memastikan seluruh pupuk bersubsidi yang ada di Sleman tidak bocor ke luar daerah, karena proses pendistribusian sesuai dengan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang sudah ditetapkan.
Oleh sebab itu, Edy memastikan bahwa, pabrik pupuk NPK ilegal yang menggunakan bahan pupuk bersubsidi bukan berasal dari Sleman. "Kami memastikan bukan berasal dari Sleman bahan [pupuk bersubsidi] itu. Karena pendistribusian di Sleman sudah sesuai prosedur melalui pengecer resmi," ungkap Edy, Jumat (19/2/2016).
Sebelumnya Sub Direktorat III Tindak Pidana Tertentu Ditreskrimsus Polda DIY menggerebek sebuah pabrik pupuk NPK ilegal milik tersangka Rico di Dusun Karang RT06 Desa Ringinharjo, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Selasa (16/2/2016).
Tersangka membuat pupuk ilegal dalam bentuk tablet dengan memakai bahan berbagai jenis pupuk bersubsidi yang dioplos dalam mesin cetak pupuk.
Edy mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan adanya peredaran pupuk NPK ilegal yang diproduksi di Bantul itu. Sehingga besar kemungkinan tidak ada petani di Sleman yang menggunakan pupuk NPK tablet ilegal tersebut. "Kami imbau kepada petani untuk teliti memilih pupuk dan sebaiknya membeli di pengecer resmi," tegasnya.
Kasus pupuk bersubsidi pernah terjadi di Sleman. Akantetapi saat ini sudah ditertibkan. Pada Juni 2015 Ditreskrimum Polda DIY menggerebek penimbunan pupuk bersubsidi di Tempel dan Berbah, Sleman. Sebanyak 8,2 ton diamankan dari seorang pengurus kelompok tani di Dusun Jelapan, Pondokrejo, Tempel. Kemudian saat itu juga diamankan 1,2 ton pupuk bersubsidi dari toko pertanian di Jebresan Kalitirto, Berbah, Sleman. "Kalau tahun [2015] lalu memang ada," kata Edy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Iran Berduka Setelah Tiga Pejabat Tinggi Tewas dalam Dua Hari
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Cek Jadwal Kereta Bandara Jogja-YIA Hari Ini 18 Maret 2026
- Cuaca Jogja Hari Ini Cerah, Cocok untuk Mudik
- Layanan SIM DIY Libur saat Lebaran 2026, Cek Masa Dispensasinya
- Prakiraan Cuaca DIY Rabu 18 Maret 2026: Hujan Ringan di 3 Wilayah
- Pesanan Parsel Lebaran Melejit, Rumah Parcel Jogja Tembus 700 Paket
Advertisement
Advertisement




