KANTONG PLASTIK BERBAYAR : Peritel Ikuti Aturan Pemerintah

KURANGI PENGGUNAAN TAS PLASTIKSejumlah aktivis mendaur ulang kaos bekas menjadi tas belanja ketika kampanye Earth Hour Indonesia di Jakarta, Minggu (23/2). Aksi tersebut dilakukan untuk mengimbau masyarakat agar mengurangi penggunaan plastik demi kelestarian lingkungan. ANTARA FOTO - M Agung Rajasa
21 Februari 2016 14:20 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Kantung plastik berbayar mulai disosialisasikan.

Harianjogja.com, JOGJA--Peritel mendukung program Pemerintah berupahttp://www.harianjogja.com/baca/2011/05/09/berapa-kantung-plastik-yang-anda-pakai-sehari-216305"> kantung plastik berbayar. Salah satunya, Transmart Carrefour di DIY akan melaksanakan pada 21 Februari 2016.

Corporate Communications GM Transmart Carrefour Satria Hamid mengatakan, Transmart Carrefour akan mengampanyekan, mensosialisasikan, dan mengedukasi masyarakat serta konsumennya mengenai kebijakan tersebut.

"Kita dukung Pemerintah. Jadi, besok [hari ini] kita di Jogja [DIY] ikut pelaksanaan. Semua toko di Jogja. Kita, secara nasional lakukan program ini di 22 kota," ujar dia kepada Harianjogja.com, Sabtu (20/2/2016) malam.

Harga setiap kantung plastik sebesar Rp200. Transmart Carrefour mengampanyekan kepada konsumen untuk membawa tas belanja sendiri. Bagi konsumen yang tidak membawa tas belanja, maka akan ditawari untuk membeli tas reuseable atau bisa digunakan berkali-kali.

"Namun, kalau pelanggan ingin tetap pakai [beli] kantung plastik, maka tetap kami layani," kata dia.

Setiap rupiah hasil pembelian kantung plastik, akan didonasikan untuk program peduli lingkungan. Melalui program ini, Transmart Carrefour ingin menonjolkan sisi edukasi mengenai kepedulian terhadap lingkungan.

"Kami harap Pemerintah segera memaparkan dan memberikan insentif untuk toko modern yang melakukan kebijakan itu," ucap dia.

Insentif yang diberikan bisa berupa keringanan pajak daerah seperti reklame dan parkir. Hal itu dinilai akan memicu keinginan toko modern lain untuk melaksanakan kebijakan serupa.

"Kalau yang belum ikut, bisa segera ikut. Kami berharap ini bisa jadi gerakan nasional," kata dia.

Hypermart Bakal Terapkan
Assosiate Director Hypermart Pulau Jawa Kioe Jung Hin mengungkapkan, Hypermart akan mengikuti kebijakan tersebut dan akan mulai menerapkannya.

"Kita akan mulai juga. Kita akan ikutin. Kita trial," kata dia ketika dihubungi Harianjogja.com, Sabtu (20/2/2016).

Sebelumnya, Hypermart belum pernah menerapkan kebijakan serupa. Namun, kampanye peduli lingkungan sudah dimulai dengan menawarkan kepada konsumen untuk memakai tas belanja yang bisa dipakai berulang-ulang. Hal itu merupakan wujud dukungan terhadap kebijakan pelestarian lingkungan.

Sementara itu, General Manager Hypermart Hartono Mall mengatakan, Hypermart mengikuti peraturan Pemerintah. Namun, untuk Hartono Mall masih menunggu peraturan yang dikeluarkan Pemkab Sleman.
"Kita ikutnya Sleman, jadi kami menunggu edaran dari Sleman. Untuk plastik, kami sudah memakai bahan yang mudah terurai," jelas dia ketika ditemui di Hypermart Hartono Mall, Sabtu (20/2/2016).

Salah satu pelanggan salah satu supermarket di DIY Suryanto mengatakan, ia sudah mulai membawa tas belanja sendiri setiap kali akan berbelanja. Kebiasaan itu sudah ia mulai sejak empat tahun yang lalu.
"Alasannya ya karena saya cinta lingkungan. Saya ingin melestarikan lingkungan," ujar dia.

Ketika akan berbelanja bulanan, ia bisa membawa empat hingga enam tas belanja. Hal itu dilakukan tidak hanya ketika berbelanja ke toko modern atau supermarket tetapi juga ketika berbelanja di toko kelontong, apotek, dan pasar tradisional. Namun, ketika harus membeli sesuatu yang belum direncanakan, ia akan meminta kardus jika barang bawaannya banyak.

"Kalau sedikit saya masukkan tas, kantung baju, celana, atau jaket," kata dia.

Kebiasaan itu juga dipicu dari kebijakan sekolah anaknya. Sekolah tersebut melarang siswanya membawa bekal makanan dalam wadah kantung plastik dan disarankan menggunakan kotak makanan yang bisa dipakai berulang kali.

Ia pun mendukung kebijakan kantung plastik berbayar. Hal itu menjadi edukasi bagi masyarakat untuk menggunakan tas belanja yang bisa digunakan kembali. Hal itu akan mampu mengurangi penggunaan kantung plastik dan mendukung program pelestarian lingkungan.

Aksi ini dilakukan untuk mendukung pelaksanaan dari Surat Edaran Kementrian Lingkungan Hidup Nomor: SE-06/PSLB3-PS/2015 tentang Antisipasi Penerapan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Pada Usaha Retail Modern mulai 21 Februari hingga 5 Juni 2016 mendatang.

Pada tahap pertama, sebanyak 22 kota di Indonesia menyatakan siap untuk melaksanakan uji coba tersebut. Adapun kota tersebut adalah Jakarta, Bandung, Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, Solo, Semarang, Surabaya, Denpasar, Palembang, Medan, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Ambon, Papua, Jayapura, Pekanbaru, Banda Aceh, Kendari, dan Jogja.