PERTANIAN GUNUNGKIDUL : Panen Raya, Harga Kacang Tanah Anjlok

Petani mencabuti kacang tanah saat panen di lahan perkebunan kawasan Bendo, Blitar, Jawa Timur, Minggu (23/8/2015). Harga kacang tanah di tingkat petani di daerah tersebut naik hingga Rp10.700/kg dari sebelumnya hanya berkisar Rp10.000/kg. (JIBI/Solopos/Antara - Irfan Anshori)
21 Februari 2016 15:20 WIB Gunungkidul Share :

Pertanian Gunungkidul untuk kacang tanah mengalami penurunan harga.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Panen raya kacang tanah membuat para petani kacang harus putar otak. Pasalnya, saat panen raya harga kacang anjlok 50%.

Harga satu kilogram kacang tanah kering sebelum panen mencapai Rp12.000 dan kacang tanah basah hingga Rp6.500. Saat panen raya harganya akan turun drastis hingga setengah harga.

Salah seorang petani kacang di Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Ismaji mengungkapkan hasil panen kacang yang melimpah tak langsung ia jual ke pasar. Sebabnya kacang yang dijual saat panen raya tak akan dapat dijual dengan harga tinggi.

"Waktu panen raya seperti ini saya nggak jual ke pasar. Harganya sedang anjlok habis-habisan," kata dia, Sabtu (20/2/2016).

Sawah seluas 500 meter persegi tersebut ditanami kacang tanah dengan masa tanam 90-100 hari. Tanah yang ia garap tersebut dapat memanen hasil kacang hingga 100 kilogram. Ia menggunakan strategi untuk menjual hasil panennya. Strategi tersebut yakni dengan menunggu kacang melewati masa panen raya.

"Biasanya setelah panen saya simpan di rumah dulu, sampai lewat masa panen sekitar empat hingga lima bulan baru di jual ke pasar," lanjut Ismaji.

Ismaji mengaku belum mengetahui harga di pasaran seminggu ke depan, ia berencana menjual sebagian hasil panennya tersebut kepada beberapa penjual sayur keliling yang datang ke rumahnya. Namun untuk dijual ke pasar ia masih pikir-pikir dahulu. Saat ditemui Harianjogja.com, ia sedang membedol kacang tanah di ladang miliknya. Ismaji mengatakan bahwa hasil panen kali ini cukup memuaskan.