PARKIR DI JOGJA : Negosiasi Relokasi Parkir Malioboro Masih Terbuka

Spanduk baru berisi kecaman dari jukir Malioboro dibentangkan di tepi jalan, Senin (22/2/2016). (Gilang Jiwana/JIBI - Harian Jogja)
24 Februari 2016 13:20 WIB Jogja Share :

Parkir di Jogja kawasan Malioboro ditata.

Harianjogja.com, JOGJA-Walikota Jogja Haryadi Suyuti gerah dengan adanya spanduk protes dari juru parkir terkait relokasi parkir sisi timur Malioboro ke taman parkir Abu Bakar Ali (ABA). Menurut dia, rencana relokasi masih dalam tahap sosialisasi sehingga semua aspirasi bisa disampaikan melalui forum pertemuan.

“Semua tawaran masih terbuka, masih dibicarakan bersama. Bicaralah baik-baik apa kebutuhannya,” kata Haryadi saat ditemui di Balai Kota, Selasa (23/2/2016). (Baca Juga :http://www.harianjogja.com/baca/2016/02/23/parkir-di-jogja-tolak-revitalisasi-jukir-malioboro-tawarkan-opsi-solusi-694141"> PARKIR DI JOGJA : Tolak Revitalisasi, Jukir Malioboro Tawarkan Opsi Solusi)

Haryadi mengakui memang sudah menyiapkan kompensasi bagi juru parkir yang akan direlokasi. Namun demikian dirinya juga masih membuka diri usulan dan keinginan dari para juru parkir, “Saya mohon tidak harus disampaikan melalui spanduk,” ujarnya.

Juru parkir Malioboro memasang spanduk yang berisi pernyataan keberatan atas rencana relokasi parkir yang akan dilakukan Pemerintah Kota Jogja. Spanduk berukuran sekitar tujuh meter itu sampai Selasa siang, masih terpasang.

Keberatan para juru parkir itu dikarenakan tawaran dari pemerintah dinilai tidak realistis. Misalnya, di ABA nanti juru parkir di janjikan pendapatan Rp40.000 dalam sehari, satu lokasi. Satu lokasi itu masih dibagi dua sampai tiga juru parkir, sehingga pendapatan tiap juru parkir hanya Rp20.000.

Padahal di Jalan Malioboro juru parkir bisa memperoleh pendapatan Rp100.000 dalam sehari. Mereka juga mengajukan beberapa solusi, di antaranya mengelola toilet portabel yang akan dibangun di sepanjang Jalan Maloboro, relokasi parkir ke kantong parkir eks kampus Universitas Pembangunan Negeri (UPN) Veteran, atau diberikan lapak jualan di sisi selatan ABA yang menghadap langsung ke jalan.

Terkait opsi juru parkir itu, Haryadi menyatakan masih menginventarisasi semua aspek, termasuk kebutuhan para juru parkir.

“Kita inventarisasi dulu masuk kebutuhan apa enggak,” tegas Haryadi.
Saat disinggung kapan relokasi bisa dilakukan, kader Partai Golkar yang kemungkinan akan kembali maju dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota (Pilwalkot) 2017 nanti itu belum bisa memastikannya,

“Nantilah,” tukasnya.