PENJUALAN MOBIL : Daihatsu Targetkan Ayla dan Xenia Sumbang 20% Penjualan

Daihatsu Ayla yang dipajang di Outlet Astra International Daihatsu, Jl Majapahit, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (19/2). Ayla diharapkan menyumbang penjualan sebesar 20%. (Kusnul Isti Qomah/JIBI - Harian Jogja)
24 Februari 2016 18:55 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Penjualan mobil Daihatsu terus meningkat walau perekonomian belum stabil.

Harianjogja.com, JOGJA—PT Astra International Tbk-Daihatsu berharap Ayla dan Xenia menyumbang 20% untuk penjualan produk Daihatsu pada 2016.

Regional Head Jateng DIY PT Astra International Tbk-Daihatsu David Gunawan mengungkapkan, pada 2015, kontribusi besar terhadap penjualan diberikan oleh Gran Max disusul Ayla dan Xenia. Tahun ini, Daihatsu menargetkan bisa mempertahankan kontribusi itu dan meningkatkan kontribusi Ayla dan Xenia.

"Tahun ini, kami harap Ayla dan Xenia masing-masing bisa menyumbang sebesar 20 persen untuk penjualan," ujar dia ketika ditemui di Outlet Astra International Daihatsu, Jl Majapahit,Semarang, Jawa Tengah, Jumat (19/2/2016).

Kontribusi tersebut akan membantu penjualan yang ditargetkan naik sekitar 8% dari pencapaian sebelumnya 17.300 unit. Target yang ditetapkan lebih tinggi dari prediksi Gaikindo terhadap pertumbuhan pasar secara global sebesar 5% hingga 6%. Strategi yang dilakukan antara lain pengembangan produk yang dilakukan kantor pusat. Hal itu akan didukung kegiatan marketing yang menarik misalnya menawarkan uang muka ringan dan angsuran ringan. Selain itu, kualitas layanan ke pelanggan ditingkatkan.

Ia optimistis produk Ayla akan mampu mendongkrak penjualan. Animo masyarakat terhadap varian tersebut dinilai terus meningkat. Ayla sendiri ini produk Low Cost Green Car (LCGC) yang memiliki line up paling lengkap. Ayla memiliki 10 tipe dengan harga Rp91,45 juta hingga Rp128,6 juta. Konsumen memiliki banyak pilihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan dana yang dimiliki.

Secara permintaan Ayla di Jateng-DIY, pada Desember 2015 ada 566 unit dan pada Januari 2016 sebanyak 355 unit. Banyakanya permintaan tersebut menunjukkan minat masyarakat sangat tinggi.

Adapun kondisi pasar kelas LCGC Ayla menunjukkam kenaikan 12%. Sebaliknya, pasar MPV Low turun 23%. Hal itu menunjukkan kepercayaan masyarakat pada produk LCGC semakin naik. "Kenapa Ayla bisa naik karena masyarakat itu mulai percaya dengan produk LCGC. Awal-awal LCGC muncul mungkin masih ada keraguan. Tapi, saat ini mulai percaya karena produl ini memilili perawatan murah dan daya tahan bagus," ungkap dia.

Optimisme itu didukung kondisi makro ekonomi 2016 yang diperkirakan naik. Saat ini, banyak proyek Pemerintah yang sudah dijalankan. Kemudian, adanya penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) menjadi 7%. Ada pula keringanan Loan To Value (LTV) KKB yang diharapkan bisa membuat paket-paket kredit lebih menarik.

"Jika, ekonomi Indonesia masih tumbuh lima persen saja, artinya pendapatan masyarakat Indonesia masih bagus. Kami akan pancing dengan angsuran murah," kata dia.

Sementara itu, kondisi pasar di DIY menunjukkan penurunan 14% dari penjualan 20.452 unit menjadi 17.525. Namun, Daihatsu menunjukkan kondisi penjualan yang lebih baik. Daihatsu di DIY menunjukkan penurunan 8% pada 2015 dari penjualan 3.019 menjadi 2.776 unit. Artinya, penurunan yang dialami Daihatsu di DIY lebih kecil dibandingkan penurunan pasar keseluruhan di DIY.

“Kontribus penjualan di DIY sebesar 17,8 persen. Pasar di DIY agak berbeda. Penjualan di DIY disokong Gran Max dengan kontribusi 49 persen, disusul Ayla 23 persen, dan Xenia 16,2 persen,” ujar dia.

Untuk kinerja selama 2015 di wilayah Jateng dan DIY, Daihatsu menunjukkan penurunan 9% dari penjualan 17.679 unit pada 2014 menjadi 16.057 unit pada 2015. Penurunan itu terbilang masih bagus dibandingkan penurunan pasar sebesar 10% dari penjualan 108.311 unit menjadi 97.535 unit. “Kami bersyukur penurunannya masih kecil. Kontribusi secara market share naik dari 16,32 persen menjadi 16,47 persen,” ungkap dia.

Penjualan Daihatsu di wilayah Jateng dan DIY disokong oleh tiga produk yakni Gran Max dengan 53%, Ayla dengan 17,8%, dan Xenia dengan 17,6%. Untuk Gran Max, paling besar disumbang oleh pikap yang menyumbang 43%.