PENELITIAN MAHASISWA : Brownies Tepung Gadung Cegah Radang Kantong Empedu

Brownies panggang berbahan tepung gadung, yang bermanfaat mencegah radang kantong empedu, hasil karya empat mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta, Rabu (24/2/2016).(JIBI/Harian Jogja - dok. UNY)
27 Februari 2016 00:20 WIB Uli Febriarni Sleman Share :

Penelitian mahasiswa UNY kali ini mengenai tepung gadung.

Harianjogja.com, SLEMAN-Setidaknya empat mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (FMIPA UNY) mengolah tepung gadung menjadi obat pencegah radang kantong empedu.

Tiga orang tersebut ialah Sari Rosiati Nur Khasanah, Anisa Dwi Yuniyanti dan Afrilia Hidayati dari Program Studi Kimia serta Senja Fitriana dari Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA UNY. Meski diketahui bermanfaat untuk pengobatan, mereka membuat gadung ini menjadi kudapan brownies.

Dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, salah satu mahasiswi yakni Sari Rosiati Nur Khasanah mengatakan, gadung merupakan tanaman umbi-umbian asli Indonesia yang tidak ditanam melainkan tumbuh secara alami. Selama ini gadung dimanfaatkan dengan diolah menjadi tepung atau keripik gadung.

[caption id="attachment_695526" align="alignleft" width="370"]http://images.harianjogja.com/2016/02/tepung-gadung.jpg">http://images.harianjogja.com/2016/02/tepung-gadung-370x247.jpg" alt="Brownies panggang berbahan tepung gadung, yang bermanfaat mencegah radang kantong empedu, hasil karya empat mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta, Rabu (24/2/2016).(JIBI/Harian Jogja/dok. UNY)" width="370" height="247" /> Brownies panggang berbahan tepung gadung, yang bermanfaat mencegah radang kantong empedu, hasil karya empat mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta, Rabu (24/2/2016).(JIBI/Harian Jogja/dok. UNY)[/caption]

"Padahal gadung berpotensi sebagai obat berbagai penyakit, terutama radang kandung empedu. Oleh karena itu, diperlukan inovasi untuk mengobati penyakit radang kantong empedu secara alami dengan memanfaatkan tepung berbahan dasar gadung," ujarnya pada Rabu (24/2/2016).

Sari melanjutkan, kandungan kimia yang terdapat dalam gadung antara lain alkaloid dioskorina, diosgenina, saponin, furanoid norditerpena, zat pati, dan tanin.

Sedangkan, penyakit kantong empedu adalah sekumpulan kondisi medis yang ditandai dengan peradangan, infeksi, batu, atau penyumbatan pada kantong empedu.

"Penggunaan obat penyakit kantong empedu sebagai 'antispasmodic', yaitu sebagai bantuan terbaik dan mencegah kolik empedu. Sehingga mereka menilai cara terbaik untuk memaksimalkan khasiat yang ada dalam gadung, adalah dengan cara mengolah tepung gadung menjadi brownies," tuturnya.

Sementara itu Senja Fitriana mengungkapkan, mereka tertarik mengembangkan gadung menjadi bahan makanan yang disukai masyarakat luas. Kudapan brownies yang dipilih untuk dibuat, karena brownies tak hanya enak sebagai makanan pembuka atau cemilan, tetapi juga bergizi dan bermanfaat.

Senja menambahkan, gadung (Dioscorea hispida) tergolong tanaman umbi-umbian yang cukup populer dan mengandung karbohidrat tinggi, sehingga gadung dapat dimafaatkan sebagai sumber karbohidrat lain pengganti nasi. Kandungan Gizi dalam 100 gram umbi gadung kukus yang terbesar adalah energi yaitu 88 kilo kalori dan karbohidrat 20,9 gram, sehingga gadung bisa dijadikan sebagai alternatif pengganti nasi

Selain itu gadung mengandung protein 0,6 gram, lemak 0,3 gram, serat 0,9 gram, abu 0,8 gram, kalsium 26 mg, fosfor 47 mg, besi 0,4 mg, vitamin B1 0,03 mg dan air 0,4 mg sehingga gadung cocok digunakan sebagai makanan diet sehat.

Afrilia Hidayati menjelaskan bahwa membuat brownies ini diawali dengan membuat tepung gadung. Pertama kali gadung dikupas, lalu dipotong tipis-tipis dan diberi abu bakaran untuk menetralisir racun. Kemudian didiamkan semalam dan diberi daun tawas. Setelah itu dibilas dengan air, direndam semalam dan dibilas lagi. Lalu dijemur dan setelah kering digiling menjadi tepung gadung.

Anggota tim yang lain yaitu Anisa Dwi Yuniyanti menjelaskan cara pembuatan browniesnya dimulai dengan memanaskan margarine di sebuah wadah, dan memasukkan potongan cokelat, garam dan aduk sampai meleleh, angkat dan dinginkan. Yang dilakukan berikutnya yakni mengocok telur hingga mengembang. Kemudian masukkan tepung terigu dan gula, aduk perlahan hingga rata.

"Selanjutnya tuang margarin, cokelat dan gula yang telah dilelehkan ke adonan telur, aduk hingga rata, tambahkan potongan kacang almond kemudian aduk lagi hingga rata. Tuangkan dalam loyang yang telah dilapisi kertas roti dan diolesi margarin, diberi topping irisan kacang almond atau strawberry, pisang, blueberry dan lain sebagainya sesuai selera, brownies kemudian dipanggang di oven panas 170 derajat celcius selama 45 menit dan brownies siap disajikan," jelasnya.