Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Tersangka Korupsi dan TPPU
Polri menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka dugaan korupsi dan TPPU terkait kasus PLN, PT Asabri, serta Krakatau Steel.
Pengunjung saat melihat pameran lukis 1.000 topeng di Sangkring Art Space, Sabtu (12/3/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Pameran seni yang diadakan Sekolah Budi Utama menjadi pembelajaran akulturasi budaya
Harianjogja.com, BANTUL- Penggabungan dua akulturasi budaya Tiongkok dan Indonesia menciptakan materi edukasi dan pembelajaran baru bagi anak-anak. Hal tersebut kemudian dapat direalisasikan oleh Sekolah Budi Utama dalam rangkaian kegiatan Festival 1.000 topeng yang diikuti oleh para siswanya.
Dua kebudayaan Tiongkok dan Indonesia dengan karakter dan keunikannya yang berbeda, mampu diselaraskan dan berjalan seimbang dengan festival lukis topeng ini.
Prof. Martinius Dwi Marianto mengatakan, dengan festival ini kita akan dikenalkan dengan dua penggabungan akulturasi budaya antara Topeng Nusantara dengan Topeng Opera Beijing. "Dengan saling mengenalkan masing-masing kebudayaan tersebut, maka kita akan saling mengenal, juga saling mempelajari kelebihan dan keunikian masing-masing budaya.
Dengan demikian tidak akan ada lagi ketimpangan terjadi dalam satu kebudayaan tersebut yang menyudutkan atau merendahkan." kata Martinius.
Pada lomba lukis topeng yang diadakan pada bulan Februari lalu ketertarikan dari para siswa di sekolah tersebut ternyata sangat di luar dugaan. Peserta lomba lukis mencapai 530 peserta dan menghasilkan 1.000 topeng lukisan. Banyaknya topeng yang dilukis oleh para siswa membuat festival ini mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Lomba Melukis Topeng Karakter oleh Siswa Terbanyak.
Hasil dari 1.000 topeng yang berhasil dilukis oleh para siswa Sekolah Budi Utama kemudian dipamerkan di Gallery Sangkring Art Space, selain untuk memerkan hasil karya lukis, tujuan utamanya tetap pengenalan dua akulturasi budaya sebagai edukasi.
Pemilik Sangkring Art Space Putu Sutawijaya mengapresisasi kegiatan ini. "Memberikan edukasi dengan cara yang unik terhadap siswanya, gallery kami sangat terbuka dan sangat mendukung dengan kegiatan seperti ini," kata Putu.
Puluhan siswa Budi Utama yang datang pada pembukaan pameran, Sabtu (12/3/2016) juga tampak sangat antusias, selain para siswa dan orang tuanya, pengunjung yang menghadiri pameran 1.000 topeng lukis di Gallery Sangkring Art Space, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul juga sangat banyak.
Martinius menambahkan, semoga dengan acara seperti ini kita mampu terus mengembangkan sosial dan budaya dengan media seni dalam akulturasi budaya.
"Agar anak-anak semakin mengenal kebudayaan dari negara lain, dengan demikian mereka akan semakin mencintai kebudayaan baik kebudayaan Indonesia, Tiongkok atau kebudayaan negara lainnya," tambah Martinius.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polri menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka dugaan korupsi dan TPPU terkait kasus PLN, PT Asabri, serta Krakatau Steel.
Pemkab Gunungkidul mengajukan Rp50 miliar ke Pemerintah Pusat untuk melanjutkan pembangunan Jalan Kepek-Ngobaran yang belum rampung sejak 2017.
Spanyol mencetak rekor 38 laga tak terkalahkan usai menjuarai Piala Dunia 2026 dan melampaui catatan Italia di sepak bola internasional.
Rupiah dibuka melemah ke Rp17.992 per dolar AS dipicu ketegangan Timur Tengah. Pasar kini menanti hasil RDG Bank Indonesia.
Yunani bersiap menghadapi gelombang panas hingga 41 derajat Celsius, sementara kebakaran hutan di Pulau Salamis berhasil dikendalikan.
Final Piala Dunia 2026 diwarnai keributan usai Spanyol mengalahkan Argentina. Leandro Paredes mendapat kartu merah langsung.