Pengadaan Seragam Dinas Senilai Rp3,7 Miliar di Gunungkidul Dibatalkan
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.
Ilustrasi program padat karya. - Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Program padat karya di delapan lokasi Gunungkidul berjalan lancar dengan pembangunan jalan lingkungan sepanjang 120 meter di tiap titik dengan total anggaran Rp450 juta.
Delapan lokasi ini terdiri dari dua lokasi di Kalurahan Pacarejo, Semanu. Sedangkan sisanya, enam lokasi lain berada di Kalurahan Botodayaan dan Semugih, Rongkop; Selang di Kapanewon Wonosari; Tambakromo dan Keteng di Kapanewon Ponjong; serta di Kalurahan Songbanyu, Girisubo.
Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Nanang Putranto, mengatakan delapan titik pelaksanaan program padat karya masih berjalan. Adapun pengerjaan dilakukan dengan membangun jalan lingkungan sepanjang sekitar 120 meter di setiap titiknya.
“Program berjalan lancar dan kami targetkan selesai pada Desember mendatang,” kata Nanang, Jumat (21/11/2025).
Dia menjelaskan, untuk pelaksanaan program ini, Pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp450 juta. Adapun pagu yang diterima di setiap lokasi berkisar Rp52 juta.
Menurut Nanang, pada saat pembahasan APBD 2025 tidak ada program padat karya. Pasalnya, program baru muncul setelah ada instruksi dari Pemerintah Pusat sehingga dimunculkan saat pembahasan APBD Perubahan 2026.
Ia juga tidak menampik, pelaksanaan di tahun ini tidak sebanyak di tahun 2024. Tahun lalu, kata dia, total ada 195 kegiatan yang terlaksana dengan anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah DIY.
“Tahun ini hanya bersumber dari APBD Kabupaten. Sedangkan, dari APBD DIY belum ada untuk padat karya di tahun 2025,” katanya.
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Supartono, mengatakan padat karya di tahun ini tidak hanya dari sisi volume, tetapi anggarannya juga berkurang. Di sisi lain, jumlah tenaga kerja yang dilibatkan juga tidak sebanyak di tahun 2024.
Menurut dia, tahun lalu di setiap titiknya ada sekitar 50 warga yang dipekerjakan untuk kegiatan padat karya. Namun, untuk tahun 2025, pelaksanaan hanya melibatkan 23 orang per titiknya.
“Ini wajar karena anggarannya juga alokasinya lebih banyak tahun lalu. Meskipun demikian, keberadaan program juga berperan dalam upaya mengurangi pengangguran karena banyak melibatkan warga sekitar di dalam pembangunan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.
Pajak nol persen impor suku cadang pesawat memasuki tahap harmonisasi. Kemenhub berharap kebijakan segera berlaku untuk menekan biaya maskapai.
Pasutri asal Candimulyo meraih dua penghargaan pada Bupati Award 2026 Kabupaten Magelang berkat inovasi gula semut dan pertanian modern.
PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta unit lemari pakaian besi
Kasus Ebola di Kongo meningkat. Dosen UMY mengingatkan Indonesia memperkuat kewaspadaan, deteksi dini, dan sistem kesehatan menghadapi ancaman penyakit menular.
Kemhan mengevaluasi total Latsarmil SPPI 2026 usai lima peserta meninggal, mencakup seleksi kesehatan, latihan fisik, dan metode pembelajaran.