Lansia Hilang 9 Hari di Paliyan Ditemukan Tewas Dekat Luweng Ngeleng
Lansia 85 tahun asal Paliyan ditemukan meninggal di Luweng Ngeleng setelah 9 hari pencarian tim gabungan.
Guru - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Gunungkidul masih kekurangan 1.120 guru untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar di berbagai jenjang pendidikan. Saat ini jumlah guru aktif baru mencapai 3.929 orang.
Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Agus Subaryanta, menjelaskan pemetaan kebutuhan sudah dilakukan. Untuk jenjang PAUD dan TK, ketersediaan guru relatif aman. Namun untuk SD dan SMP, kekurangan guru masih cukup besar.
Pada jenjang SD, kebutuhan mencapai 3.508 guru tetapi baru tersedia 2.876 orang. Sementara di tingkat SMP, kebutuhan guru sebanyak 1.468 orang namun baru terpenuhi 980 tenaga pengajar.
“Guru SD masih kurang 632 orang dan SMP sebanyak 488 guru. Jadi, total di Gunungkidul kekurangan 1.120 guru,” kata Agus, Jumat (21/11/2025).
Ia menambahkan, berbagai langkah dilakukan agar proses belajar mengajar tetap berjalan optimal. Selain upaya penambahan guru, Dinas Pendidikan juga tengah mengkaji program regrouping sekolah untuk memaksimalkan sarana pembelajaran.
Regrouping dinilai bisa mengoptimalkan distribusi guru karena tenaga pendidik di sekolah yang digabung dapat dialihkan ke sekolah lain yang kekurangan pengajar. “Untuk regrouping masih dikaji karena tahun ini sudah ada dua sekolah yang digabung,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengatakan upaya penambahan guru ASN terus dilakukan. Namun sejak 2021, tidak ada lagi rekrutmen melalui CPNS. “Terakhir rekrutmen CPNS untuk guru terlaksana di 2020,” ucap Nunuk.
Menurut dia, rekrutmen saat ini difokuskan melalui jalur PPPK guna meningkatkan kesejahteraan guru non-ASN. “Kami tetap berupaya ada penambahan guru. Namun pelaksanaannya menunggu selesainya pengangkatan PPPK paruh waktu yang masih berlangsung,” katanya.
Meski kekurangan guru, Nunuk memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan seperti biasa. “Pelajaran di sekolah tetap berjalan seperti biasa,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lansia 85 tahun asal Paliyan ditemukan meninggal di Luweng Ngeleng setelah 9 hari pencarian tim gabungan.
Haedar Nashir menegaskan pendidikan nasional harus kembali pada amanat konstitusi saat meresmikan Muhammadiyah Sapen Universal School di Bantul.
Ini bertujuan memperoleh masukan dari berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan model layanan kesehatan mental berbasis Artificial Intelligence (AI).
Jonatan Christie kembali bertanding saat Indonesia mengirim 12 wakil ke Japan Open 2026. Fajar/Fikri dan sejumlah pemain andalan siap bangkit di Tokyo.
Polresta Jogja menetapkan 14 tersangka baru dalam kasus Daycare Little Aresha. Total tersangka kini mencapai 27 orang dengan 103 anak tercatat sebagai korban.
Kolombia tim terakhir lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026. Asia habis tak tersisa, Eropa dominan dengan 7 wakil. Simak daftar lengkap tim lolos!