Disdukcapil Gunungkidul Buka Layanan Ekstra untuk Pemilih Pemula
Disdukcapil Gunungkidul membuka layanan ekstra bagi pemilih pemula yang genap 17 tahun agar bisa mengurus KTP-el dan menggunakan hak pilih.
Aktivitas bongkar muat di kawasan Pelabuhan Sadeng, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul mencatat belum seluruh nelayan terfasilitasi program BPJS Ketenagakerjaan. Sosialisasi akan terus digencarkan mengingat jaminan tersebut menjadi instrumen penting dalam perlindungan risiko kecelakaan kerja di laut.
Kepala DKP Gunungkidul, M Johan Wijayanto, mengatakan hingga saat ini terdapat 286 nelayan yang sudah mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan. Ia menilai program tersebut sangat bermanfaat sebagai perlindungan saat nelayan beraktivitas menangkap ikan.
Meski demikian, Johan mengakui masih banyak nelayan yang belum tercover. Karena itu, pihaknya bakal terus mendorong edukasi dan sosialisasi agar semakin banyak nelayan bersedia mendaftar.
“Tentu akan ada upaya edukasi ke nelayan. Apalagi premi yang dibayarkan tiap bulan hanya Rp16.800 per orang,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).
Untuk menambah motivasi, DKP Gunungkidul juga memberikan subsidi pembayaran bulan pertama bagi nelayan yang baru mendaftar BPJS Ketenagakerjaan. “Program ini sudah berjalan pada Juli lalu. Kami tetap berupaya agar nelayan di Gunungkidul bisa terlindungi jaminan perlindungan kerja ini,” imbuhnya.
Johan menambahkan, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan memiliki banyak manfaat, mulai dari perlindungan kecelakaan kerja, santunan kematian, hingga jaminan hari tua. “Dengan kepesertaan ini, semoga nelayan merasa lebih aman dan nyaman dalam bekerja,” katanya.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul, Rujimanto, membenarkan bahwa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan baru menyasar sekitar 70% nelayan di Bumi Handayani.
“Memang belum semua ikut. Program ini penting bagi nelayan karena memberikan manfaat saat terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” ujarnya.
Menurut Rujimanto, besaran premi yang harus dibayarkan yaitu Rp50.400 per tiga bulan. Dengan nilai tersebut, nelayan sudah mendapat perlindungan termasuk biaya pengobatan jika mengalami kecelakaan kerja.
“Kalau sampai meninggal, pihak keluarga bisa mendapatkan santunan hingga Rp70 juta,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Gunungkidul membuka layanan ekstra bagi pemilih pemula yang genap 17 tahun agar bisa mengurus KTP-el dan menggunakan hak pilih.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut operasi di Papua berhasil merebut delapan pucuk senjata dari kelompok OPM.