Advertisement
KASUS DBD KULONPROGO : Fogging Sudah Menyasar Tujuh Lokasi
Advertisement
Kasus DBD Kulonprogo sudah dilakukan di tujuh lokasi
Harianjogja.com, KULONPROGO -Hingga pekan lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo telah melaksanakan kegiatan fogging atau pengasapan nyamuk di tujuh lokasi. Setiap lokasi mendapatkan jatah fogging sebanyak dua kali dengan selang waktu setidaknya sepekan.
Advertisement
Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kulonprogo, Baning Rahayujati mengatakan, fogging memang harus dilakukan dua kali agar hasilnya lebih maksimal.
Diharapkan, nyamuk yang baru lahir setelah fogging pertama bisa mati pada fogging kedua. “Kita sudah fogging di wilayah Sentolo, Pengasih, dan Wates,” ungkap Baning, Senin (14/3/2016).
Menurut Baning, ketiga wilayah tersebut memang dianggap paling rawan kasus demam berdarah degue (DBD). Kulonprogo bagian selatan dinilai menyajikan lingkungan yang relatif kondusif bagi perkembang biakan nyamuk aedes aegypty, misalnya tingkat kepadatan penduduk.
“Kondisi suhu dan kelembapan udara pada musim hujan juga secara bionomik sangat mendukung nyamuk berkembang biak,” ujar dia.
Sebanyak 45 kasus DBD tercatat telah terjadi sejak awal tahun ini. Satu penderita dinyatakan meninggal dunia akibat adanya keterlambatan penanganan.
Baning menambahkan, meski jumlah kasus turun signifikan pada Februari lalu, tahun ini Kulonprogo tetap fokus mewaspadai siklus enam tahunan DBD.
“Kuat kecenderungannya siklus enam tahunan itu terjadi. Bisa dilihat dari perbandingan jumlah kasus pada Bulan Januari kemarin yang mencapai 33 kasus, sedangkan pada bulan yang sama di tahun sebelumnya hanya 15 kasus,” kata Baning kemudian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Iran Tolak Usulan Damai AS, Konflik Timur Tengah Kembali Memanas
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
Advertisement
Advertisement




