Advertisement
DEMO BANTUL : 320 Buku "Sunah-sunah Setelah Kematian" Ditarik
Advertisement
Demo Bantul terjadi di kantor Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL-Aksi demonstrasi kembali terjadi di Bantul. Kali ini barisan warga Nahdatul Ulama (NU) Bantul mendatangi kompleks kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul Selasa (15/3/2016) siang. Peredaran buku Sunah-sunah Setelah Kematian yang diedarkan Dinas Sosial dinilai menggunakan anggaran publik mengampanyekan ajaran yang tidak toleran.
Advertisement
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Mahmudi atas nama Pemkab Bantul meminta maaf atas kejadian ini. Pemerintah kata dia saat ini tengah menarik buku tersebut dari peredaran. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 320 eksemplar buku telah disebarkan ke kaum rois di lima kecamatan, sebanyak 135 diantaranya telah ditarik.
“Sampai sekarang proses penarikan masih berlangsung,” kata Mahmudi.
Sejatinya kata dia, Dinas Sosial telah terlanjur membeli 1.000 eksemplar buku terbitan Pustaka Imam Bonjol tersebut, dengan menelan biaya sebesar Rp20 juta. Terkait nasib pegawainya berinisial S, Mahmudi mengatakan akan mengkaji terlebih dahulu.
“Kalau dia bersalah biar nanti diperiksa oleh Inspektorat, yang berhak memberhentikan adalah bupati bukan saya,” ujarnya lagi.
Massa aksi membubarkan diri setelah azan zuhur. Sebelum membubarkan diri, massa beramai-ramai menggelar tahlil di aula Pemkab Bantul sebagai bentuk ketegasan sikap bahwa tradisi tahlil tetap menjadi bagian dari warga NU.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Iran Berduka Setelah Tiga Pejabat Tinggi Tewas dalam Dua Hari
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Cuaca Jogja Hari Ini Cerah, Cocok untuk Mudik
- Layanan SIM DIY Libur saat Lebaran 2026, Cek Masa Dispensasinya
- Prakiraan Cuaca DIY Rabu 18 Maret 2026: Hujan Ringan di 3 Wilayah
- Pesanan Parsel Lebaran Melejit, Rumah Parcel Jogja Tembus 700 Paket
- Jadwal KSPN Malioboro ke Obelix Sea dan Pantai Ndrini 18 Maret 2026
Advertisement
Advertisement




