Laga Persija vs Persib, Polisi Siapkan 17.800 Personel Pengamanan
Sebanyak 17.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI mengamankan laga Persija vs Persib di GBK.
Siswa SD IT Lukman Al-Hakim Jogja berwisata dan belajar di jam matahari Baron Technopark. (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Wisata Gunungkidul di Baron Technopark bisa sambil belajar jam matahari
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Jam Matahari menjadi salah satu bagian dari media pembelajaran yang terletak di Kawasan Wisata Edukasi Baron Technopark, Desa Planjan, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul.
Jam matahari tersebut rupanya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang datang berkunjung.
Salah seorang pengunjung, Najwa murid kelas enam SD IT Lukman Al-Hakim Jogjakarta, mengungkapkan cukup senang mendapat banyak pembelajaran saat berkunjung ke Baron Technopark, salah satunya melalui media belajar Jam Matahari.
Menurutnya, jam matahari tersebut bermanfaat dan menjadi media pembelajaran yang baru ia dapatkan.
"Dengan jam matahari tersebut, kita dapat membaca waktu dengan cara yang berbeda. Selain itu di Baron Technopark ini kita dapat belajar tentang sumber energi alternatif yang dapat dimanfaatkan oleh manusia," kata dia, Kamis (17/3/2016).
Sementara itu, Ridwan Budi prasetyo, Kepala Sub bidang pengelolaan Baron Technopark mengungkapkan bahwa jam matahari memang menjadi salah satu media pembelajaran yang unik dan menarik perhatian pengunjung.
Ia menjelaskan, Jam matahari digunakan sebagai pembelajaran bagi siswa maupun pengunjung yang datang. Jam tersebut digunakan sebagai alat penanda waktu dengan mengandalkan jarum jam raksasa yang menjulang menantang cahaya matahari dan menghasilkan bayangan.
Pada prinsipnya, cara kerja jam matahari tersebut sama dengan jam matahari di mananpun, namun ia mengatakan bahwa jam matahari yang berada di Baron technopark tersebut memiliki keunggulan tersendiri.
"Pemanfaatannya memang sama, namun bedanya disini penempatannya berada di lokasi yang memiliki pemandangan yang bagus, yakni menghadap ke laut bebas," kata dia.
Lokasi Jam matahari tersebut berada di tempat paling tinggi di kawasan Baron Technopark. Sehingga untuk menuju kesana harus melalui jalan setapak yang menanjak. Diharapkan dengan posisi tersebut, jam non digital tersebut dapat menangkap pancaran langsung sinar matahari.
Ridwan melanjutkan, cara kerja dan cara membaca jam matahari tersebut sangatlah mudah. Jam matahari juga dilengkapi dengan angka romawi dimana angka romawi tersebut berfungsi sebagai petunjuk waktu saat pancaran sinar matahari jatuh kemudian membentuk bayang-bayang.
Setelah dibukanya penerimaan kunjungan sejak awal 2016 lalu, pengunjung yang datang semakin mengalami peningkatan. Hampir setiap minggu selalu datang tamu dari berbagai kalangan. Tak hanya pelajar, namun juga wisatawan lokal maupun mancanegara.
"Dari Januari selalu ramai kunjungan, tercatat sudah 1.000 pengunjung yang datang. Padahal target kami 5.000. Mudah-mudahan terus meningkat," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 17.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI mengamankan laga Persija vs Persib di GBK.
DPRD Kota Jogja mulai mengarahkan tamu kunjungan kerja ke kampung wisata untuk mengenalkan produk lokal dan mendorong ekonomi masyarakat.
YIA menyalurkan Rp100 juta untuk penanganan stunting 115 balita di Kulonprogo melalui PMT, multivitamin, edukasi, dan ayam petelur.
BPBD Kota Jogja menyiapkan sistem notifikasi banjir langsung ke HP warga melalui jaringan seluler untuk mempercepat peringatan dini.
JJLS Kelok 23 Bantul-Gunungkidul resmi diuji coba 14-20 September 2026. Simak jam buka dan kendaraan yang diperbolehkan melintas.
BPS mencatat harga cabai rawit naik 27,54 persen dan memicu kenaikan IPH di 260 kabupaten/kota pada September 2026.