Advertisement
CUACA EKSTREM : Keceriaan Tamasya Berakhir Duka
Advertisement
Cuaca ekstrem yang terjadi Rabu (30/3/2016) membawa duka banyak pihak.
Harianjogja.com, JOGJA-Rombongan tamasya asal Sragen menjadi korban pohon tumbang di kebun binatang Gembira Loka. Mereka tak menyangka, rencana untuk bersenang-senang malah berakhir petaka.
Advertisement
Waktu menunjukkan pukul 20.30 WIB. Di ranjang nomor 11 Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Panti Rapih, seorang anak kecil terbaring lemas. Tatapannya kosong memandang ke eternit. Saat itu, bocah bernama Pongky Fajar Nugroho itu sudah mengenakan pakaian pasien warna hijau dengan berselimut kain motif garis yang menutupi kakinya.
Anak berusia enam tahun ini adalah salah satu korban tertimpa pohon randu alas yang roboh di kawasan Gembira Loka (GL) Zoo, Rabu (30/3/2016) sore.
Siswa TK Aisiyah Jambe Sragen ini terpaksa dirawat di rumah sakit karena mengalami luka pada bagian kepala. Dua guru berpakaian hijau pupus menemani Pongky yang masih menunggu kedatangan ibunya.
Sang ayah, Sumarji, yang menemani Pongky tamasya ke GL Zoo, juga turut menjadi korban dalam kejadian itu. Ia juga terbaring di IGD Panti Rapih, menunggu kamar inap yang akan ia tempati selama perawatan.
Selain Pongky dan Sumarji, ada dua korban lainnya yang harus menjalani rawat inap. Mereka berempat mengalami luka pada bagian kepala dan harus mendapat jahitan.
Staf Humas RSPR Yanuarius Sugeng mengatakan Pongky mengalami benjolan di kepala akibat tertimpa batang kayu randu alas.
“Tadi ada benjolan dan sudah sempat dipindai. Kalau besok kondisi sudah membaik, boleh pulang,” kata dia.
Sugeng mengatakan, pasien sampai di rumah sakit sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka langsung mendapatkan penanganan medis. Sementara, korban luka lainnya ada yang dirawat di RSUP Dr. Sardjito.
Bencana angin kencang sempat membuat pengunjung GL Zoo panik. Kondektur Bus Harta Sanjaya Roni Prasetyo, bus yang ditumpangi Pongky dan rombongan dari Sragen mengatakan, hujan turun mulai pukul 15.00 WIB. Sempat berhenti tiga menit kemudian kembali deras.
“Hujan yang kedua itu kejadiannya. Pengunjung tiba-tiba berlarian keluar ternyata ada pohon roboh,” kata Roni yang saat itu sedang menghidupkan mesin busnya yang terparkir di luar kompleks parkir GL Zoo.
Rombongan dari Sragen berjumlah 60 orang. Mereka meliputi 27 siswa, 27 walimurid, sisanya guru. Mereka melakukan perjalan wisata ke Jogja dengan tujuan Taman Pintar dan GL Zoo. Roni mengatakan, rombongan berangkat dari Sragen pada pukul 5.00 WIB. Mereka sampai di Taman Pintar pukul 09.00 WIB.
Siang harinya, mereka melanjutkan wisata ke GL Zoo. Hingga pada pukul 15.00 WIB saat rombongan mengakhiri perjalanan wisatanya dan keluar komplek GL Zoo untuk kembali ke bus, kejadian tragis itu menimpa mereka.
Keceriaan yang terpancar dari para siswa, seketika berubah menjadi isak tangis kala seseorang dari rombongan bernama Adit, 6, menjadi korban meninggal dalam kejadian itu.
Direktur GL Zoo Tirtodiprojo mengatakan, kejadian ini murni bencana alam. Setelah kejadian ini, pihaknya akan mengerahkan personel untuk memangkas pepohonan rindang yang ada di kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penerbangan Singapore Airlines ke Dubai Masih Dibatalkan, Ini Sebabnya
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
Advertisement
Advertisement




