CSR Perusahaan Bisa Dipakai Lindungi Pekerja Informal, Ini Arahan Sri Sultan
Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong CSR perusahaan dimanfaatkan untuk memperluas perlindungan Jamsostek bagi pekerja informal di DIY.
Bupati Sleman Sri Purnomo menyerahkan santunan jaminan kematian kepada ahliwaris peserta BPJS Ketenagakerjaan, kemarin. (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Jaminan sosial, jumlah kepesertaan terus diperluas.
Harianjogja.com, SLEMAN-Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Jogja Muhammad Triyono menyampaikan, sampai April ini jumlah pekerja informal yang mengikuti program lembaganya sebanyak 25.000 orang. Jumlah tersebut bertambah sekitar 5.000 peserta dari tahun sebelumnya.
"Selama Januari-April, peserta informal bertambah 5.000 orang. Masih banyak masyarakat yang tidak menjadi peserta, salah satunya perangkat desa," ujarnya.
Padahal, syarat menjadi peserta sangat mudah dan murah. Iuran bulanannya hanya Rp16.800 atau rata-rata perhari hanya Rp560 saja. Jika peserta mengalami kecelakaan kerja bahkan sampai meninggal dunia, BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan santunan.
"Ada empat BPJS Ketenagakerjaan yang bisa diikuti. Keselamatan kerja, pensiun, kematian dan jaminan hari tua," kata Tri.
Jika peserta mengikuti keempat program sekaligus, iuran perbulannya hanya Rp124.000. Namun jika hanya mendaftar untuk jaminan kecelakaan kerja, iuran yang diberikan setiap bulan hanya Rp16.800.
"Kami akan tingkatkan sinergi intensif dengan kepala daerah, untuk penyadaran dan edukasi kepada pekerja khususnya sektor informal di DIY. Program jaminan sosial ini penting karena bagian dari program kemanusiaan," ujarnya.
Perangkat Desa
Untuk terus meningkatkan kepesertaan di sektor informal, BPJS Ketenagakerjaan akan menyasar para perangkat desa. Selain kepesertaan, pihaknya juga akan bekerjasama dengan pemerintah desa (Pemdes) dengan mendirikan outlet BPJS TK yang melayani pembayaran iuran, menerima keluhan dan membantu proses pembayaran klaim.
Outlet tersebut juga memberikan edukasi layanan kepada peserta dan calon peserta program baik jaminan kecelakaan kerja maupun jaminan kematian.
"Kami sudah bekerjasama dengan dua desa, masing-masing di Tamanan Bantul dan Tamanmartani Sleman. Pada semester pertama tahun ini, kami menambah kerjasama dengan lima Pemdes lagi. Target sampai akhir tahun bisa 10 Pemdes," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong CSR perusahaan dimanfaatkan untuk memperluas perlindungan Jamsostek bagi pekerja informal di DIY.
KRI Canopus dikerahkan mencari korban KM Virgo Transport 8 dengan teknologi bawah laut setelah cuaca buruk menghambat penyelam.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 15 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur, mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB.
KPK mengungkap OTT yang menangkap 3 pejabat ATR BPN diduga terkait pengurusan HGB di Kabupaten Bogor.
Jadwal SIM Keliling Kota Jogja September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Menhut Raja Juli Antoni membekukan izin tiga perusahaan di Kaltim terkait karhutla dan memerintahkan pemulihan ekosistem.