CUACA EKSTREM : Panas, Berpotensi Munculnya Cumulonimbus

Sunartono
Sunartono Senin, 25 April 2016 22:55 WIB
CUACA EKSTREM : Panas, Berpotensi Munculnya Cumulonimbus

JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto CUACA EKSTREM-Awan kelabu dilihat dari gedung bertingkat di Kota Solo, Selasa (20/3). Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika mengeluarkan peringatan dini guna meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat di Jawa Tengah bagian utara, timur dan selatan pada bulan Maret ini.

Cuaca ekstrem kembali terjadi.

Harianjogja.com, SLEMAN - Cuaca di wilayah DIY dan sekitarnya selama beberapa hari terakhir terasa sangat panas. Suhu ini disebabkan karena kandungan uap air tergolong tinggi. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan awan cumulonimbus serta hujan angin dan petir.

Koordinator Stasiun Klimatologi BMKG DIY Joko Budiono menjelaskan, berdasarkan hasil pengamatannya di stasiun klimatologi, kawasan DIY tercatat dengan suhu udara maksimal berkisar 33 derajat hingga 34 derajat. Kemudian kelembabannya pun tergolong cukup tinggi berkisar antara 70 hingga 90%.

Kelembaban atau kandungan uap air yang cukup tinggi itu menjadi penyebab udara menjdi panas. Karena uap air di udara dapat menyerap panas matahari yang akhirnya bisa menghangatkan temperatur di permukaan bumi.

"Kandungan uap air cukup tinggi membuat udara panas atau gerah. Karena uap air itu menyerap panas yang berasal dari radiasi balik dari bumi. Akhirnya memanaskan temperatur bumi, seperti proses pada gas rumah kaca," terang pria yang berkantor di Jalan Kabupaten, Mlati, Sleman ini, Senin (25/4/2016).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online