Advertisement

PILKADA KULONPROGO : Partisipasi Pemuda Penting dalam Pemilu

Sekar Langit Nariswari
Kamis, 19 Mei 2016 - 16:21 WIB
Nina Atmasari
PILKADA KULONPROGO : Partisipasi Pemuda Penting dalam Pemilu

Advertisement

Pilkada Kulonprogo mengajak pemuda pemudi untuk berpartisipasi dalam demokrasi

Harianjogja.com, KULONPROGO - Pemuda dianggap sebagai unsur penting dalam pelaksanaan demokrasi, khususnya pemilu. Meski demikian, masih banyak pemuda yang belum mendapatan informasi yang valid dan tidak menyesatkan.

Advertisement

Hal tersebut diungkapkan dalam Forum Dialog Humas TI Pemkab Kulonprogo bertema Meningkatkan Partisipasi Generasi Muda Kulonprogo dalam Pilkada 2017di Perpusada, Rabu (18/5/2016).

Acara tersebut diikuti oleh puluhan pelajar dari SMA/SMK, ormas pemuda di kawasan Pengasih, Wates, Sentolo dan Temon. Salah satu narasumber, Komisioner KPU Kulonprogo, Marwanto memaparkan materi untuk menjadi pemilih yang cerdas san bebas dari money politic.

Pasalnya, pemuda yang biasanya merupakan pemilih pemula harus dibekali dengan konsep demokrasi dan pelaksanaan pemilu yang benar. “Karena masih pemula maka bekalnya harus benar,”ujarnya.

Tak hanya itu, Marwanto juga memaparkan tahapan pilkada Kulonprogo yang puncaknya jatuh pada tanggal 15 Februari 2017 tersebut.

Ia juga menjelaskan mengenai konsep akan calon pasangan independen yang mungkin muncul dalam pilkada Kulonprogo 2017. Masyarakat umumnya lebih akrab dengan konsep partai sehingga masih kurang memahami jalur independen dalam pilkada.

Dalam acara tersebut juga disediakan forum tanya jawab bagi seluruh peserta dan juga masyarakat yang ikut menyimak melalui siaran radio.

Rivan, salah satu peserta yang berasal dari SMK 1 Muhammadiyah Temon menanyakan cara untuk mencari informasi mengenai pemilu dan sejauh mana bisa berpartisipasi dalam pelaksanaannya.

Ariadi, Kepala Bagian TI dan Humas Setda Kulonprogo mengatakan bahwa acara tersebut sengaja dirancang sebagai sarana edukasi bagi generasi muda Kulonprogo, khususnya jelang pilkada 2017.

Dikhawatirkan, makin masifnya praktik kampanye hitam akhir-akhir ini menjadi pemuda salah kaprah dalam keikutsertaannya dalam pemilu.

Selain itu, pemuda juga dianggap agen informasi yang efektif untuk menyebarkan wawasan akan pemilu ini.

“Secara tidak langsung bisa menyebarkan kepada teman-temannya yang lebih luas,” ujarnya seusai acara.

Ariadi mengatakan bahwa semoga dengan meningkatnya wawasan pemuda maka akan meningkatkan partisipasi pemuda dalam pemilu pula.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak

Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak

News
| Sabtu, 04 April 2026, 17:07 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement