BANTUAN SISWA MISKIN : Dana KIP di Sleman Baru 35% Dicairkan

Ilustrasi Kartu Indonesia Pintar (KIP). (JIBI/Solopos/Antara - Dewi Fajriani)
23 Mei 2016 17:55 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Bantuan siswa miskin di Sleman melalui program Kartu Indonesia Pintar baru 35% dicairkan

Harianjogja.com, SLEMAN- Penyaluran dana bantuan tunai program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dinilai belum optimal. Pasalnya, hanya sedikit penerima bantuan yang mencairkan dananya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Sleman, penerima program KIP mencapai puluhan ribu siswa. Rinciannya, 44.147 siswa tingkat sekolah dasar (SD), 20.000 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 15.000 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Dari jumlah tersebut, baru 35% yang mencairkan dana bantuan tunai itu.

Minimnya peserta memanfaatkan dana bantuan program KIP itu memaksa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan surat pemberitahuan kepada Disdikpora Sleman terkait data siswa peserta berikut pencairan dananya. Dari situ diketahui bahwa pencairan dana KIP oleh pelajar Sleman ternyata masih rendah.

Kepala Bidang Kurikulum dan Kesiswaan, Disdikpora Sleman, Ery Wirdiyana mengakui, rendahnya serapan dana bantuan program KIP tersebut terjadi salah satunya akibat kurangnya sosialisasi ke sekolah dan siswa.

Disdikpora, katanya, telah menindaklanjuti surat tersebut ke masing-masing sekolah supaya siswa bisa segera mencairkannya. Termasuk fungsi pemantauan dan pengendalian dari sekolah terhadap penggunaannya dengan mengumpulkan info dari anak didiknya.

"Selain sosialisasi yang minim, kemungkinan juga karena sekolah kurang aktif memberikan penjelasan pada siswanya. Akibatnya, dana bantuan tidak terserap maksimal," katanya, Minggu (22/5/2016).

Tidak hanya tahun ini, Ery menjelaskan, rendahnya penyerapan bantuan dana operasional siswa juga terjadi pada alokasi anggarkan 2014 dan 2015. Bahkan, bahkan sampai saat ini ada beberapa siswa yang terdaftar sebagai penerima bantuan belum mengambil dananya.

Meski begitu, Ery mengaku tidak tahu berapa jumlah dana mengendap maupun yang sudah dicairkan karena sifatnya sentralistik dari Kementerian. "Hanya kementerian saja yang tahu. Tetapi ada dana mengendap di rekening siswa dalam jumlah yang tidak bisa dibilang sedikit," ungkap dia.

Menurutnya, setiap siswa peserta KIP menerima dana bantuan dengan jumlah yang bervariasi. Untuk tingkat SD dana bantuan yang diterima mencapai Rp450.000, sementara siswa SMP Rp750.000 dan tingkat SMA mendapatkan dana tunai operaisonal sebesar Rp1 juta untuk masa setahun ajaran.

Dana tersebut disalurkan Kemendikbud secara langsung dengan transfer ke rekening siswa. "Dana itu diberikan untuk menunjang pendidikan siswa. Misalnya digunakan untuk kegiatan belajar seperti membeli buku, tas, dan sebagainya," katanya.