GELOMBANG TINGGI PANTAI SELATAN : Kawasan Pesisir Porak-poranda, Kerugian Mencapai Ratusan Juta

Air laut mencapai jalanan di Pantai Indrayanti, Selasa (24/5/2016) pagi. (David Kurniawan/JIBI - Harian Jogja)
24 Mei 2016 20:55 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Gelombang tinggi pantai Selatan paling parah terjadi di Pantai Baron.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Gelombang setinggi lima meter menerjang kawasan Pantai Selatan Gunungkidul. Akibatnya puluhan kapal mengalami kerusakan dan puluhan lapak dan gazebo milik pedagang hanyut terbawa arus. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta.

Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, Selasa (24/5/2016), gelombang tinggi yang terjadi di kawasan Pantai Selatan terjadi sejak tiga hari yang lalu. Namun puncaknya terjadi pada Senin (23/5/2016) malam dan pagi hari kemarin. Para nelayan pun harus bekerja ekstra keras mengamankan agar perahu yang dimiliki tidak terseret arus ke tengah.

Dampak dari gelombang pasang ini paling parah terparah terjadi di Pantai Baron, Desa Kemadang, Tanjungsari. Total di pantai ini ada 95 kapal milik nelayan. Akibat terjangan gelombang tinggi membuat sembilan kapal mengalami kerusakan berat, 30 kapal rusak ringan dan puluhan kapal lainnya dievakuasi menjauh dari bibir pantai menuju ke wilayah daratan.

Salah seorang nelayan di Pantai Baron, Wasiyo mengaku sudah melakukan proses evakuasi kapal miliknya sejak kemarin malam. Hasilnya pun tidak sia-sia, karena kapalnya sudah berada di tempat yang relatif aman.

Kendati demikian, ia mengaku tidak isa berdiam diri. Sejak pagi kemarin, selain mengawasi posisi kapal yang dimiliki juga membantu nelayan lainnya untuk mengamankan kapal-kapal yang ada.

“Kita harus saling membantu karena semua adalah teman,” kata Wasiyo kepada Harianjogja.com, Selasa kemarin.