SATWA LANGKA : Pantai Alami Abrasi, Jumlah Sarang & Telur Penyu Menurun

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoRelawan penyelamatan penyu "Banyu" bersama kelompok konservasi penyu "Mino Raharjo" membantu proses menetasnya tukik jenis lekang (lepidochelys olivacea) di areal konservasi penyu di Pantai Goa Cemara, di Dusun Patehan, Gadingsari, Sanden, Bantul, DI. Yogyakarta, Jumat (07/08 - 2015). Usaha konservasi penyu itu terus diupayakan para relawan dan nelayan setempat, dari 1000 ekor tukik saat dilepas liarkan ke laut bebas angka harapan hidup dan tumbuh dewasa penyu satu ekor. Peny
29 Mei 2016 10:20 WIB Redaksi Solopos Bantul Share :

Satwa langka penyu mulai bertelur.

Harianjogja.com, BANTUL -- Musim pendaratan penyu untuk bertelur di kawasan pesisir selatan, Kabupaten Bantul, DIY berlangsung sejak seminggu terakhir.

"Sudah seminggu lebih mulai ada pendaratan penyu yang akan bertelur. Kami sudah menemukan dua sarang. Satu sarang isinya 95 butir, dan di sarang lain, 110 butir," kata relawan konservasi penyu Pantai Goa Cemara, Bantul Subaya, seperti dikutip dari Antara Sabtu (28/5/2016).

Menurut dia, telur-telur dari penyu tersebut kemudian dipindahkan ke tempat konservasi di kawasan Pantai Goa Cemara gar lebih mudah terpantau, sampai menetas.

"Diperkirakan 50 hari ke depan baru menetas menjadi tukik," katanya.

Ia mengatakan, musim pendaratan penyu ini akan berlangsung sampai akhir tahun mendatang.

"Kami berharap jumlah sarang dan jumlah telur penyu bisa meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yang temuannya tidak sampai sepuluh sarang. Padahal, tahun-tahun sebelumnya bisa sampai 13 hingga 28 sarang," katanya.

Subagya mengatakan, semakin sedikitnya temuannya karena kondisi pantai yang mengalami abrasi.

"Kecuramannya sekitar 45 derajat. Tidak merata kondisinya, ada yang masih rata," katanya.

Ia mengatakan, abrasinya pantai selatan di Bantul ini memang sudah hampir merata. Pada jarak sekitar 2,5 kilometer ke barat dari Pantai Goa Cemara juga mengalaminya.

"Sampai Pantai Kuwaru, sudah beberapa tahun terakhir ini. Namun, akhir-akhir sudah tak mengalami penggerusan. Menurutnya, juga karena faktor besar atau kecilnya ombak," katanya.