WISATA JOGJA : 21 Hotel di DIY Siap Jalankan "1 Hotel 1 Desa Wisata"

Harian Jogja/Multi Ilham NugriyaSuasana tempat wisata Curg Lepo yang sepi pengunjung saat pencoblosan sedang berlangsung di Desa Dlingo, Bantul, Rabu (9 - 12).
31 Mei 2016 14:16 WIB Bantul Share :

Wisata Jogja akan mendapatkan dukungan dari hotel

Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), telah meluncurkan Program Kemitraan Satu Hotel Satu Desa Wisata, peluncuran program ini guna meningkatkan kapasitas pengelolan maupun upaya dalam meningkatkan pelayanan kepada tamu atau wisatawan yang berkunjung.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) DIY Istidjab M. Danunagoro mengatakan program ini untuk mempertemukan hotel dengan pengurus desa wisata dalam rangka untuk menambah wawasan pelaku wisata untuk semakin meningkatkan sumber daya yang lebih baik.

“Mitra hotel nantinya akan memberikan manfaat kepada pelaku desa wisata. Kemitraan ini akan memberikan ilmu tambahan seperti bagaimana memperbaiki pengelolaan, kebersihan, dan juga pelayanan yang sesuai dengan standar,” katanya, Senin (30/5/2016).

Menurutnya, ada sebanyak 21 hotel berbintang di DIY yang siap bermitra dengan 21 desa wisata yang tersebar di empat kabupaten dan satu kota se wilayah DIY. Dalam acara peluncuran tersebut 21 pengusaha hotel juga sudah berkomitmen untuk program kemitraan ini.

“Salah satu komitmen dalam kemitraan ini yakni, saat ini pihak hotel-hotel tersebut akan merekomendasikan penginapan di desa wisata sebagai solusi pada saat kamar hotel sudah penuh. Ini kan kerjasama yang bagus jika pihak hotel bisa selalu merekomendasikan desa wisata,” katanya.

Peluncuran program kemitraan tersebut juga dilakukan bersamaan dengan acara kunjungan kerja Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Desa Wisata Kaki Langit Mangunan, Bantul untuk meresmikan bantuan revitalisasi Sendang Mangunan yang juga berada di wilayah setempat.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat ditemui usai acara tersebut mengatakan, program kemitraan merupwakan salah satu aspirasi dari masyarakat dan para perangkat desa di desa wisata yang telah berkomitmen untuk menerapkan standar pelayanan kepada wisatawan.w

"Ini aspirasi sejak dua tahun yang lalu, Pak Lurah dari beberapa desa wisata mengundang saya untuk dialog, kemudian dari situ kami mencoba untuk partisipasi," katanya.

Dengan demikian, program tersebut juga berdasarkan inisiatif dari desa sendiri yang kemudian pemerintah daerah memfasilitasi, baik dengan kemitraan maupun peningkatan sarana serta optimalisasi potensi yang dapat menjadi daya tarik desa wisata.

"Yang penting dari program yang kita lakukan tujuannya agar bagaimana desa wisata di DIY itu bisa mandiri, dengan itu pemerintah daerah selalu siap memfasilitasi," kata Sultan.