Advertisement
WISATA GUNUNGKIDUL : Wisata Alternatif Dikembangkan, Sepanjang Jalan Jogja-Wonosari Ditanam Amarylis
Advertisement
Wisata Gunungkidul diperkaya dengan keberadaan taman bunga amarylis.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Wisata baru Purboselo Nawing di Dusun Baran Desa Salam Kecamatan Pathuk selain menyajikan sensasi susur sungai dan keindahan batu-batu purba raksasa juga memperkenalkan wisata bunga di taman bunga amarylis.
Advertisement
Taman bunga yang sempat menggegerkan dunia maya pada akhir desember lalu kini mulai mendapatkan perhatian pemerintah dengan dijadikan salah satu destinasi wisata.
Ketua Pokdarwis Purboselo Nawing Indah, Tugiyo mengatakan saat ini terdapat tiga wisata baru di Patuk dalam tahap pengembangan. Meskipun berada di tiga dusun yang berbeda, namun Tugiyo mengaku telah saling bekerjasama antar dusun untuk mengembangkan wisata secara bersama.
"Dengan dikembangkan wisata ini diharapkan dapat membantu mengentas pengangguran di Patuk, agar ekonomi masyarakat membaik," kata dia, Selasa (31/5/2016).
Tugiyo mengatakan taman bunga amarilis dulunya hanya dikelola pribadi oleh seorang warga di dusun Ngasem ayu, dengan kerja sama yang telah dijalin, kini pihaknya bersama pemerintah kecamatan Pathuk akan mengembangkan taman bunga amarilis tersebut.
"Sekarang akan diperluas kira-kira hingga 500 meter persegi untuk budidaya amarilis," kata dia.
Taman amarilis nantinya akan dikembangkan di beberapa titik di sepanjang jalan Jogja-Wonosari untuk menarik wisatawan yang melintas di kawasan tersebut. Tugiyo pun mengatakan saat ini sedang dalam proses penyempurnaan. Meskipun berbagai kendala seperti jumlah SDM yang minim, pihaknya tidak akan putus asa mengembangkan potensi wisata Gunungkidul, khususnya di Kecamatan Patuk.
Sementara itu, Camat Pathuk, Haryo Ambar Suwardi membenarkan Patuk sedang merintis tanaman Amarilis. Selain itu ia juga berencana akan membudidayakan kembang Krisan, karena dinilai memiliki nilai lebih dibandingkan Amarilis yang hanya setahun sekali.
"Kita akan coba kembangkan Krisan, karena melihat nilai ekonomisnya ada dan lebih tinggi," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
Advertisement
Advertisement





