Top Ten News Harian Jogja 6 Juni: Libur Sekolah hingga Timas Indonesia
Rangkuman Top Ten News Harian Jogja 6 Juni 2026: isu DPR, kebakaran, wisata, KAI, KPK, hingga Timnas Indonesia.
Ilustrasi pegawai negeri sipil (PNS). (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Reformasi birokrasi dengan merumahkan PNS dianggap tidak sesuai diterapkan di Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN- Jumlah pegawai negeri sipil (PNS) di Sleman dipastikan akan terus berkurang.
Kepastian ini, setelah 266 PNS terhitung mulai 1 Juli hingga 1 Desember 2016 menerima surat keputusan (SK) purnatugas. Namun Pemkab Sleman sampai saat ini belum mendapat kriteria PNS yang akan dirumahkan oleh pemerintah pusat.
Sebanyak 266 PNS saat ini menerima SK purnatugas. Rinciannya, 48 PNS pensiun pada Juli, 50 PNS (Agustus), 45 PNS (September), 41 PNS (Oktober), 38 PNS (November) dan 35 PNS (Desember).
Paling banyak PNS yang pensiun berasal dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), yakni 198 PNS. Sisanya tersebar di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab.
Bupati Sleman Sri Purnomo melihat komposisi antara jumlah PNS dan penduduk di Sleman yang mencapai 1 juta lebih memang kurang ideal. Terutama di bidang pendidikan dan kesehatan.
Menurutnya, idealnya satu PNS melayani 50 penduduk. Sementara di Sleman sekarang satu PNS melayani 87 warga. “Saat ini PNS Sleman sekitar 12.000, mestinya dengan jumlah penduduk lebih dari satu juta, jumlah PNS idealnya sekitar 20.000,” paparnya.
Kepala badan kepegawaian daerah (BKD) Sleman Iswoyo Hadiwarno menambahkan, hingga sekarang Pemkab belum mendapat kriteria PNS yang akan dirumahkan. Pemkab Sleman sendiri, katanya masih kekurangan 1.345 PNS.
Dari jumlah itu, paling banyak PNS untuk tenaga teknis, yakni 563 formasi, disusul tenaga pendidik 450 formasi dan tenaga medis 332 formasi. Pemkab Sleman sendiri tahun ini mengusulkan 1250 formasi CPNS ke pusat.
"Jika PNS dirumahkan oleh Pemerintah Pusat, maka jumlah PNS akan tambah berkurang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rangkuman Top Ten News Harian Jogja 6 Juni 2026: isu DPR, kebakaran, wisata, KAI, KPK, hingga Timnas Indonesia.
Wamendiktisaintek Fauzan menegaskan perguruan tinggi harus membangun keberlanjutan dan menyiapkan lulusan yang relevan dengan dunia kerja.
KAI Daop 6 Yogyakarta memberikan diskon tiket kereta api 30 persen untuk 30 KA ekonomi komersial selama libur sekolah 2026.
Iran mengecam serangan AS ke fasilitas radar di Sirik dan Pulau Qeshm. Teheran menilai tindakan itu melanggar gencatan senjata dan mengancam stabilitas kawasan.
Jadwal KRL Solo–Jogja Minggu 7 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
Bulog mempercepat penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan. Stok beras nasional mencapai 5,3 juta ton dan dinilai aman untuk menjaga harga beras.