Kemarau Panjang 2026, PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Suasana diskusi GOJEK (IST/dok. Gojek)
Ojek online, Gojek mengembangkan aplikasi untuk masa depan
Harianjogja.com, JOGJA- Kehadiran startup-starup lokal sejenis tidak membuat GOJEK sebagai penyedia aplikasi layanan on demand merasa tersaingi. Sebaliknya, bersama UnitedUX atau komunitas user experience (UC), GOJEK melakukan diskusi bersama 40 designer UX dari Jateng-DIY untuk mengembangkan aplikasi masa depan.
"Kami ingin komunitas startup Indonesia bisa maju bersama. Tech engineer Indonesia terutama di Jogja memiliki potensi yang luar biasa. Kami yakin dengan dukungan dan dorongan tepat, akan berkembang jauh lebih pesat. Kami akan terus berkarya untuk mengembangkan aplikasi yang dibutuhkan masyarakat," kata Vice President UX Design GO-JEK Monika Halim di sela diskusi di GO-JEK Tech Valley (GTV), melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Minggu (4/9/2016).
Monika Halim yang akrab disapa Momo memaparkan, GO-JEK hadir di Indonesia (Jakarta) pada Januari 2015. Awalnya hanya memiliki tiga layanan dan didukung 800 driver. Kini pihaknya memiliki 10 aplikasi layanan dengan ribuan driver yang tersebar di Jogja, Solo dan Semarang. Beberapa layanan yang terus dikembangkan adalah Go Pay dan Go-TIX berupa pemesanan tiket bioskop atau pertunjukkan lainnya.
"Ke depan, aplikasi layanan yang dihasilkan desainer Jogja ini akan diperluas. Semua layanan aplikasi ini diciptakan hasil mempelajari perilaku dan kehidupan masyarakat. Kami ingin memberi pengalaman nyata pelanggan sehingga bisa merasakan layanan yang sama di gedung bioskop cuma melalui ponslnya," kata Momo.
Momo menjelaskan sikap ini yang harus dipelajari para UX yang terkadang mengalami kendala dalam proses pembuatan aplikasi. Kendala yang muncul hendaknya menjadi tantangan untuk dicarikan solusinya sehingga mampu menciptakan aplikasi yang nyaman bagi pengguna saat.
Researcher UX GO-JEK Arum Kusalawicitra menjelaskan UX mengacu pada kepuasan pengguna produk berbasis teknologi, seperti website atau aplikasi. Kepuasan itu biasanya berdasarkan kemudahan atau pengalaman menyenangkan penggunaan teknologi tersebut. Melalui UX Meetup seperti ini mampu berbagi pengalaman dan ilmu sehingga para startup lokal mampu memenuhi kebutuhan pengguna dari segi kenyamanan dan kemudahan penggunaan
"Kami ingin mendorong para pelaku startup, khususnya para tech engineer untuk terus berkontribusi dan memberikan manfaat bagi hidup orang banyak melalui inovasi teknologi," katanya.
Terlebih, lanjut dia, disediakan sesi coaching clinic bagi para startup lokal yang terbagi dalam beberapa tim. Kegiatan ini ditutup dengan mentoring untuk menemukan solusi bersama atas tantangan yang selama ini mereka hadapi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Jadwal atlet Indonesia di Asian Games 2026, Jumat 25 September. Ada Emilia Nova, Natasya Beteyob, tenis meja, renang, sepak takraw dan balap sepeda.
Macklemore mengumumkan tur Free Palestine setelah dikeluarkan dari sisa tur Ed Sheeran. Simak jadwal Dublin, Paris, dan London.
Marc Marquez mengakui Pedro Acosta bisa mengalahkannya saat menjadi rekan setim di Ducati pada MotoGP 2027. Acosta baru menang di Austria.
Studi 2025 mengungkap perbedaan jumlah kata yang diucapkan perempuan dan laki-laki ternyata dipengaruhi usia. Simak hasil penelitiannya.
AI kini bekerja di balik berbagai fitur smartphone dan laptop, mulai dari pencarian, terjemahan, edit foto, penulisan hingga memahami konteks layar.