PPDB SMA di Jogja akan Mengadopsi Model Seleksi Masuk PTN

Sejumlah orang tua siswa melengkapi berkas pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMK Negeri 8 Solo, Jawa Tengah, Rabu (25/6/2014). Pendaftar peserta didik baru di sejumlah sekolah menengah kejuruan mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2014 ini dibandingkan dengan tahun lalu. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI - Solopos)
04 Oktober 2016 10:20 WIB Jogja Share :

PPDB SMA di Jogja akan menggunakan sistem seperti seleksi masuk perguruan tinggi negeri

Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) memberlakukan sistem baru dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA mulai tahun ajaran 2017/2018 mendatang. Nantinya, pendaftaran siswa baru tingkat SMA sistemnya mirip seperti halnya seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

Konsep seperti itu sebagai perkembangan setelah segala kewenangan di tingkat SMA diambil alih oleh Disdikpora DIY.

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, dalam PPDB nanti siswa sudah bisa memilih SMA sekaligus penjurusannya.

"Misalnya pilihan pertama siswa memilih SMA Negeri 1 Jogja jurusan IPA. Kemudian pilihan kedua siswa tersebut memilih SMA Negeri 3 Jogja jurusan IPS. Nanti sistem dan grade nilai secara otomatis yang menentukan karena semuanya berbasis online," ujar Baskara Aji saat dditemui di ruang kerjanya, Kamis (3/10/2016) sore.

Dengan sistem semacam itu artinya, lanjut Baskara Aji, penjurusan siswa akan dimulai saat peserta duduk duduk di bangku kelas IX atau SMP.

Dengan begitu, jelas dia, peserta didik sudah memiliki minat dan dapat mengukur kemampuannya sehingga pada saat mendaftarkan diri tinggal memilih jurusan di SMA yang akan dituju.

"Dengan begitu SMA juga tidak mengalami kesulitan dalam menentukan tolok ukur penjurusan. Selama ini kan penjurusan baru dilakukan ketika siswa naik ke kelas XI," jelas dia.

Figur yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) DIY itu pun menyatakan sosialisasi terkait penjurusan maupun sistem baru PPDB SMA ini akan mulai dilakukan pada Januari mendatang.

Baskara Aji optimistis rentang waktu lima bulan cukup untuk mempersiapkan segala sesuatu yang mendukung sistem PPDB itu.

"Semua sekolah di DIY saat ini sudah terkoneksi internet jadi ya saya kira nantinya tidak ada kendala. Selama ini kan sistem PPDB juga sudah online. Ini hanya bentuk pengembangannya saja, bisa lintas wilayah sekaligus memilih penjurusan secara langsung saja," jelasnya.