DUGAAN MALAPRAKTIK : Keluarga Sumarsih Teruskan Kasus ke Jalur Hukum

Otoritas RS Rahma Husada memberikan klarifikasi terkait dugaan malapraktik terhadap pasien asal Pundong, Bantul, Rabu (3/8/2016). (Bhekti Suryani/JIBI - Harian Jogja)
05 Oktober 2016 09:40 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Dugaan malapraktik di Bantul, keluarga siap jenazah diautopsi

Harianjogja.com, BANTUL- Keluarga korban terduga malapraktik asal Dusun Tulung, Srihardono, Pundong siap membongkar makam almarhumah Sumarsih untuk membuktikan dugaan kejahatan dalam kasus yang melibatkan rumah Sakit (RS) Rachma Husada tersebut.

Yuli Samsidah keluarga almarhumah Sumarsih mengatakan hingga saat ini keluarga korban bertekad kasus ini diteruskan secara hukum. Polda DIY saat ini tengah menyidik perkara dugaan malapraktik tersebut. Kendati diakuinya muncul upaya rumah sakit untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.

Namun upaya kekeluargaan itu sampai sekarang belum jelas, lantaran belum ada kesepakatan tertulis bahwa rumah sakit akan bertanggungjawab terhadap dua anak Sumarsih yang kini masih kecil.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/09/01/dugaan-malapraktik-polda-diy-periksa-petugas-medis-rachma-husada-749388">DUGAAN MALAPRAKTIK : Polda DIY Periksa Petugas Medis Rachma Husada)

“Kami itu maunya rumah sakit bertanggungjawab, dua anaknya itu masih kecil, masih TK dan SD. Bapaknya sudah sakit-sakitan, selama ini Sumarsih yang jadi tulang punggung. Tapi dari rumah sakit juga tidak jelas tindakannya,” tutur dia.