Disbudpar Sleman Gelar Lomba Mendongeng Bahasa Jawa, Ini Ketentuannya

JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo BayuSiswa SMP dan MTsN se Solo Raya unjuk kebolehan dalam lomba pidato berbahasa Jawa di SMK Sahid, Solo, Sabtu (19 - 4). Lomba tersebut diselanggarakan dalam memperingati hari Kartini
09 Oktober 2016 02:20 WIB Sleman Share :

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman akan menggelar Lomba Mendongeng Bahasa Jawa

Harianjogja.com, SLEMAN– Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman akan menggelar Lomba Mendongeng Bahasa Jawa, Sabtu (29/10/2016) hingga Minggu (30/10/2016) mendatang. Lomba yang diperuntukkan bagi guru PAUD/TK/SD/MI dan siswa SD/MI itu, digelar di Museum Gunungapi Merapi (MGM), Boyong, Pakem.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman AA Ayu Laksmidewi mengatakan, lomba tersebut sebagai salah satu wahana untuk melestarikan dan menumbuhkembangkan budaya Jawa di masyarakat. Pasalnya, saat ini baik Bahasa maupun Sastra Jawa dirasa kurang diminati dan kurang diperhatikan.

"Padahal Bahasa dan Sastra Jawa memiliki peran yang penting untuk menginternalisasikan pola sikap, pola perilaku dan nilai-nilai budaya ketimuran yang mengedepankan sikap sopan santun dan unggah ungguh yang bermartabat," kata Ayu di kantornya, Jumat (7/10/2016).

Dia berharap, melalui kompetisi tersebut ke depan masyarakat khususnya di kalangan pendidikan dasar dapat lebih memiliki sikap handarbeni terhadap kebudayaan Jawa. Dengan begitu, mereka dapat meningkatkan kesadaran dalam melestarikan dan memanfaatkan Bahasa Jawa dalam pergaulan sehari-hari.

"Mendongeng bahasa Jawa tidak hanya sebatas dilaksanakan untuk mengikuti lomba, tetapi menjadi kebiasaan. Dalam tataran keluarga ini penting untuk memberikan keteladanan kepada anak-anak," ajak Ayu.

Menurut Ayu, di era saat ini pembelajaran bahasa dan budaya Jawa dapat dikembangkan melalui sarana teknologi informasi. Pengembangan melalui teknologi dinilai lebih mudah untuk mendekatkan kepada komunitas anak dan siswa khususnya siswa SD/MI.

"Hal-hal tersebut akan turut memberikan kontribusi nyata untuk merealisasikan dan memperkuat keistimewaan DIY," katanya.

Bersambung halaman 2

Sekretaris Disbudpar Sleman Endah Sri Widiastuti menambahkan, pendaftaran peserta dibuka hingga 21 Oktober mendatang. Untuk kategori siswa SD/MI disyaratkan peserta merupakan pelajar SD/MI di Sleman, setiap sekolah hanya mengirimkan maksimal 2 (dua) orang peserta dengan 1 (satu) guru pendamping.

"Materi dongeng bebas dengan tema binatang (fabel), naskah dikumpulkan saat mendaftar atau dapat dikirim via email. Durasi mendongeng selama 10 menit," terangnya.

Sedangkan untuk kategori guru PAUD/TK/SD/MI, setiap sekolah hanya boleh mengirimkan 1 (satu) orang peserta, tiap peserta menyerahkan 1 (satu) karya dongeng dengan tema “Upacara Adat dan Tradisi Budaya di Kabupaten Sleman”.

Naskah merupakan karya sendiri (asli) yang belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba lain, dan tidak mengandung unsur SARA. "Naskah yang dilombakan menjadi milik panitia dan panitia berhak mempublikasikan ke dalam bentuk apapun sesuai dengan program pendidikan dan kebudayaan," ucapnya.

Hadiah diberikan kepada lima pemenang di masing-masing kategori berupa tropy, sertifikat dan uang pembinaan. Uang pembinaan antara Rp500.000 hingga Rp1,5 juta.