Jogja Baru Punya 1 E-Warong, Akhir Tahun Ditarget 15 Unit

Sepi transaksi, pengelola e-warong KUBE PKH di Bintaran, Mergangsang merapikan beberapa bahan sembako, Senin (10/10/2016). (Holy Kartika N.S/JIBI - Harian Jogja)
11 Oktober 2016 13:55 WIB Kulonprogo Share :

Jogja sampai saat ini baru punya satu e-warong dan masih ditargetkan bertambah 14 unit lagi

Harianjogja.com, JOGJA-Sebanyak 15 unit e-warong ditargetkan dapat dibentuk pada akhir tahun ini agar dapat mengakomodir penyaluran beras bagi warga miskin (raskin) di Kota Jogja. Rencananya, e-warong yang akan dibentuk menyasar Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di setiap kecamatan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Joga, Hadi Muchtar mengungkapkan, per 1 Januari 2017 warga penerima bantuan raskin dan kelompok masyarakat Program Keluarga Harapan (PKH) tidak akan menerima bantuan berupa beras. Bantuan yang akan diterima yakni berupa kartu belanja, yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok di e-warong.

"Untuk itu, pada Kamis nanti kami berencana untuk menggelar sosialisasi dengan kelurahan dan kecamatan," kata Hadi saat ditemui Harianjogja.com di ruang kerjanya, Senin (10/10/2016).

Saat ini, baru ada satu e-warong yang terbentuk dan telah diresmikan pada Agustus lalu. Satu unit e warong di Kelurahan Bintaran, Kecamatan Mergangsang itu baru melayani 20 pemegang kartu belanja e-warong.

Bersambung halaman 2

Lebih lanjut Hadi mengungkapkan, akhir tahun ini ditargetkan sebanyak 15 unit e-warong sudah dapat terbentuk. Pasalnya, jumlah penerima raskin di wilayah Kota Jogja mencapai 16.031 kepala keluarga, di mana 3.300 kepala keluarga di antaranya adalah kelompok PKH.

"Idealnya, satu e-warong itu melayani 1.000 orang. Paling tidak dalam satu kecamatan itu ada satu e warong, tapi kalau Umbulharjo mungkin dua e-warong, karena warganya cukup banyak. Jadi kemungkinan nanti sekitar 15 sampai 16 e-warong yang disiapkan untuk melayani warga," jelas Hadi.

Terkait seperti apa unit usaha yang akan ditunjuk sebagai e-warong, Hadi menjelaskan sesuai harapan Kementerian Sosial, untuk melibatkan KUBE PKH di setiap kecamatan.

Pembentukan e-warong dengan menggandeng KUBE, diharapkan akan memberikan manfaat bagi anggotanya. Pasalnya, keuntungan yang diperoleh nantinya dapat dinikmati bersama oleh para anggotanya yang merupakan warga ekonomi lemah.

Pengelola agen e-warong KUBE PKH di Bintaran, Anik Wulandari mengaku, telah menerima penjelasan tentang rencana penyaluran raskin melalui e-warong. Namun, seperti apa nantinya teknis penyaluran raskin tersebut belum dijelaskan mendalam.

Sementara saat ini, satu unit e-warong di Bintaran, Kecamatan Mergangsang, baru melayani 20 pemegang kartu belanja e-warong sejak kali pertama layanan ini diluncurkan Agustus lalu. Bahan pokok yang dapat dibeli di warung ini yakni, beras, gula pasir, tepung terigu dan minyak goreng saja.

Bahkan, kata Anik, transaksi belanja masih belum maksimal. Pasalnya, belum semua kartu belanja tersebut tercetak dan daya beli warga tidak terlalu tinggi. "Meski saldo dalam kartu tersebut ada Rp110.000, tapi tidak semua dibelanjakan," jelas Anik.