PENDIDIKAN BANTUL : Ajarkan Siswa Berdayakan Teknologi

Espos/Agoes RudiantoWORKSHOP ROBOT-Panitia menunjukkan cara operasional robot junior dalam Workshop Robotik UNS 2009 di Fakultas Tehnik, UNS, Kentingan, Solo, Rabu (14/10). Workshop pengenalan dan pembuatan robot line power itu diikuti puluhan peserta.< - i>
12 Oktober 2016 02:20 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Pendidikan Bantul juga memperhatikan perkembangan teknologi

Harianjogja.com, BANTUL -- Kemajuan teknologi tak lagi hanya jadi milik warga kota besar. Secara masif, kemajuan teknologi kini pun merambah hingga ke pelosok desa, terutama para generasi mudanya. Namun sayang, kemajuan teknologi kerap kurang dimanfaatkan oleh mereka untuk hal-hal yang lebih produktif.

Itulah sebabnya, melalui workshop robotik dengan tajuk Brings Technology to School yang digelar oleh pihak Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Indonesia (FT UII) di SMK Ar Rahmah Srandakan, Selasa (11/10/2016) pagi, mereka berharap para siswa bisa lebih memberdayakan kemajuan teknologi itu.

"Tidak sekadar euforia belaka," kata Agung Nugroho Hadi, salah satu dosen Prodi Teknik Mesin UII saat ditemui di usai acara workshop di sekolah yang berada di kawasan Dusun Kedungbule, Desa Trimurti itu.

Workshop yang diberikan untuk siswa kelas X-A, X-B serta sejumlah guru dan karywan itu diawali dengan presentasi bertema 'Peranan Teknologi di Bidang Manufaktur' yang banyak menjelaskan tentang aplikasi komputer dalam industri pembuatan produk. Barulah setelah itu, pihaknya menggelar demonstrasi teknologi berupa Rapid Protoytyping dengan menggunakan mesin printer tiga dimensi.

"Itu untuk para guru dan karyawan, sedangkan untuk siswa kami mendemokan robotika," imbuhnya.

Terpisah, Kepala SMK Ar Rahmah Rahmat Jatmiko mengakui, kegiatan tersebut pada dasarnya ia gelar tiap tahun. Selain untuk meningkatkan skill siswanya, melalui kegiatan pelatihan dan workshop itu, pihaknya juga berharap agar masyarakat bisa melihat sekolah yang didirikannya sejak 2011 itu secara utuh.

"Selain ada sekolah, di sini lebih dulu sudah ada pondok pesantren. Jadi selain ilmu agama, skill siswa juga kami kedepankan," ujarnya.

Memang, sebagai sekolah kejuruan, SMK Ar Rahmah merupakan perluasan progran dari Ponpes yang bernama sama. Ditegaskannya, semua siswa di sekolah tersebut memang sama sekali tak dibebaninya dengan biaya apapun. Dengan begitu, ia berharap Ponpes Ar Rahmah nantinya bisa benar-benar memberikan kontribusi terhadap dunia pendidikan, khususnya di Bantul.

"Itulah kenapa, selain workshop robotik, kami juga menggelar pelatihan motivasi kerja kepada para siswa," ucapnya.