PILKADA 2017 : Antisipasi Isu SARA, Kapolda Undang Tokoh Lintas Agama

Kapolda DIY Brigjen Polisi Prasta Wahyu Hidayat berfoto bersama dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang diundang dalam pertemuan untuk membahas keamanan dan ketertiban menghadapi Pemilukada 2017, di gedung Graha Sarina Vidi, Kamis (13/10/2016) malam. (Yudho Priambodo/JIBI - Harian Jogja)
14 Oktober 2016 22:20 WIB Sleman Share :

Pilkada 2017 membutuhkan dukungan banyak pihak, termasuk tokoh agama.

Harianjogja.com, SLEMAN -- Kapolda DIY Brigadir Jendral Polisi Prasta Wahyu Hidayat mengundang tokoh agama dan tokoh

masyarakat di DIY guna membahas keamanan dan ketertiban masyarakat saat masa Pemilukada tahun 2017, Kamis (13/10/2016) malam di Graha Sarina Vidi, Jalan Magelang, Mlati, Sleman.

Pertemuan tersebut juga untuk mengantisipasi adanya isu konflik sosial atau isu SARA antar agama.

"Kami mengundang tokoh agama dan tokok masyarakat supaya kami juga mendapat dukungan dari mereka. Sementara nantinya untuk sistem pengamanan nantinya kami harapkan semua komponen masyarakat ikut dalam mengamankan pemilukada 2017 ini," kata Kapolda DIY Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat.

Dikatakan Kapolda, dengan mengumpulkan para tokoh tersebut demi kelancaran dan keamanan pemilukada, pasalnya para tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat yang diundang memiliki basis masyarakat yang banyak sehingga demikian para tokoh dapat membantu untuk mengendalikan para masyarakat.

"Semua tokoh mendukung, mereka berkomitmen untuk melancarkan Pemilukada 2017. Bersama mereka kami yakin masyarakat akan lebih tenang dan karena berkurangnya isu-isu negatif," katanya.