TAMBANG PASIR ILEGAL : Alat Berat Sudah Ditarik

Aktivitas penambangan pasir illegal menggunakan alat berat di perbatasan antara Desa Umbulharjo dan Kepuharjo, Cangkringan, Selasa (11/10/2016). (Abdul Hamid Razak/JIBI - Harian Jogja)
15 Oktober 2016 04:20 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Tambang pasir ilegal akhirnya mulai dapat diatasi.

Harianjogja.com, SLEMAN -- Setidaknya tujuh alat berat yang digunakan untuk penambangan liar golongan C di Cangkringan ditarik. Penarikan alat-alat berat seperti backhoe tersebut dilakukan setelah area penambangan itu didatangi petugas.

(Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/10/13/tambang-pasir-ilegal-penambangan-gunakan-alat-berat-ini-dampak-yang-terjadi-760277">TAMBANG PASIR ILEGAL : Penambangan Gunakan Alat Berat, Ini Dampak yang Terjadi)

Kepala Desa Umbulharjo Suyatmi mengatakan, alat-alat berat sudah ditarik setelah petugas gabungan dari Dinas PUP-EDSM DIY, Satpol PP DIY, kepolisian serta pemerintah desa mendatangi lokasi penambangan.

"Semua alat berat sudah ditarik sejak kemarin. Tidak boleh ada lagi alat berat untuk menambang pasir di sana, itu kesepakatannya," kata Suyatmi, Jumat (14/10/2016).

Menurutnya, penambangan pasir menggunakan alat berat di wilayah tersebut tidak bisa dibenarkan. Selain melanggar peraturan, aktivitas tersebut dikawatirkan merusak lingkungan.

"Apalagi di wilayah Umbulharjo, masih banyak titik-titik potensi longsor. Kalau alat berat dibiarkan beroperasi, kerusakan lingkungan bisa bertambah dan berbahaya," ucap dia.

Penambangan dengan alat berat itu terjadi di beberapa titik. Di Umbulharjo, terdapat tiga titik penambangan menggunakan backhoe. Mulai Dusun Ploso Kerep, Gondang dan Tangkisan. Adapun di Desa Kepuharjo, terdapat tiga alat berat yang beraktivitas di sekitar Petung. Aktivitas serupa juga berlangsung di Desa Glagaharjo, yakni di Dusun Glagah Malang dan Singklar.